Monday, October 13, 2014

Sistem CAT Percepat Kelulusan CPNS

cpnson.blogspot.com - Pelaksanaan tes CPNS menggunakan sistem CAT memberikan banyak manfaat terutama untuk peserta salah satunya adalah skor akhir yang bisa diketahui secara langsung, ditambah akan mempercepat pengumuman kelulusan oleh instansi. Sebelumnya Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN RB) telah menetapkan ambang batas untuk tes CPNS menggunakan CAT CPNS. Dan diharapkan dalam waktu dekat akan ada instansi yang mengumumkan kelulusannya.

Sistem CAT Percepat Kelulusan CPNS

“Dengan sistem ini, sudah tidak perlu lagi ada proses pemindaian manual,” jelas Herman Suryatman, Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik KemenPANRB. Hasil tes sudah langsung diketahui oleh peserta yang juga telah terekam dalam server panitia seleksi, sehingga akan mengurangi kecurigaan terhadap instansi untuk berlaku curang. Tugas instansi selanjutnya hanya tinggal menyusun ranking sesuai nilai tertinggi sampai terendah dan mengambil nilai tertinggi sesuai dengan kebutuhan pegawai baru.

Pelaksanaan tes dan pengumumannya kembali lagi menjadi kewenangan instansi terutama untuk pejabat Pembina Kepegawaian (PPK). Panitia pusat hanya sebagai pengawas jika terjadi manipulasi data yang dilakukan oleh instansi, karena rekapan hasil tes dimiliki oleh instansi pusat juga. Pengumuman kelulusan di setiap instansi tentunya akan berbeda dan tidak serentak karena dari mulai awal pendaftaran sampai pelaksanaan tes pun tidak serentak tergantung kesiapan masing-masing instansi. Sedangkan untuk instansi yang megadakan Tes Kompetensi Bidang, kelulusan ditentukan berdasarkan dua hasil yaitu 60% dari teori (TKD) dan sisanya dari praktek 40% (TKB).

Sistem yang baik tentunya harus seimbang dengan pihak yang menggunakannya. Maksudnya dengan sistem CAT diharapkan mampu memberikan kepercayaan kepada masyarakat mengenai seleksi CPNS yang objektif dan transaparan. Peserta bisa bersaing secara sehat untuk menjadi abdi negara dengan menngedepankan kemampuan serta pengetahuan yang dimiliki, namun perlu di ingat kecerdasan bukan faktor utama untuk menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil karena yang paling diutamakan adalah integritas.

Dari mulai tanggal 22 September awal pelaksanaan TKD sampai saat ini sudah banyak instansi yang menyelenggarakannya namun untuk kelulusan belum ada. Ambang batas yang ditetapkan oleh panitia naik dari tahun sebelumnya yaitu 70 untuk Tes Wawasan Kebangsaan, 75 untuk Tes Intelegensi Umum (TIU) dan yang paling tinggi kenaikannya adalah untuk Tes Kepribadian dari semula 105 menjadi 126. Sehingga peserta harus memahami meskipun nilai tinggi belum tentu dinyatakan lulus jika salah satu kelompok tes tidak memenuhi ambang batas. Sebagai rekomendasi untuk pembelajaran bisa mempelajari Paket LKIT 2014 yang bisa diakses di www.paketlkit.com

Friday, October 10, 2014

Soal Tes Kemampuan Bidang TKB Pendidikan (Guru) CPNS


Soal Tes Kemampuan Bidang TKB Pendidikan (Guru) CPNS
Soal Tes Kemampuan Bidang TKB Pendidikan (Guru) CPNS
Tes CPNS direncanakan dilaksanakan bulan November 2014, dimana muatan materi ujian CPNS terdiri dari Tes Kemampuan Dasar (TKD) dan Tes Kemampuan Bidang (TKB).
Tenaga pendidik (Guru) akan mendapatkan TKB yang berbeda dengan tenaga ahli lainnya seperti tenaga kesehatan, teknik industri dll. Untuk itu berikut ini kami sajikan beberapa soal-soal Tes Kemampuan Bidang (TKB) khusus tenaga guru (Pendidik). Soal - soal ini yang pada umumnya akan ditanyakan dan keluar saat tes CPNS di daerah-daerah yang menyelenggarakan seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Soal-soal Tes Kemampuan Bidang Tenaga Pendidik (Guru)
1. Pernyataan dibawah ini merupakan karakteristik perkembangan peserta didik SD/MI ditinjau dari aspek fisik, kecuali....
A. Menunjukan variasi yang benar pada tinggi dan berat badan
B. Memiliki keterampilan didik untuk memainkan permainan
C. Penambahan-penambahan dalam kemampuan motorik halus
D. Memiliki kemampuan dalam mengangkat beban yang berat

2. Kreatifitas merupakan salah satu karakteristik perkembangan intelektual siswa SD, yang artinya kemampuan untuk.....
A. Memecahkan masalah-masalah dalam kehidupan sehari-hari yang sering dilakukan dan menghasilkan kepuasan kepada dirinya sendiri dan orang lain
B. Penalaran yang menggunakan logika-logika yang dapat diterima oleh semua orang dan menghasilkan penyelesaian persoalan untuk mengambil keputusan 
C. Berfikir tentang sesuatu dengan suatu cara yang baru dan tidak bisa serta menghasilkan penyelesaian yang unik terhadap berbagai persoalan
D. Mengembangkan ide-ide secara cerdas dalam rangka penyelesaian masalah-masalah yang dihadapi dalam kehidupan masa sekarang maupun masa yang akan datang

3. Pernyataan di bawah ini yang merupakan karakteristik perkembangan peserta didik SD/MI ditinjau dari aspek sosial adalah....
A. Mulai menyukai teman sebaya sesama jenis
B. Berperan serta dalam permainan logika
C. Menyukai teman sebaya lawan jenis
D. Dapat bekerja dalam durasi yang lama

4. Pernyataan di bawah ini yang merupakan karakteristik perkembangan peserta didik SD/MI ditinjau dari aspek emosional adalah....
A. Kesulitan memuali sesuatu, tapi jika berhasil akan bertahan sampai akhir
B. Menampakkan marah apabila mengalami kesulitan di sekolah
C. Mulai rasa simpati kepada orang yang lebih dewasa.
D. Memiliki rasa humor yang di ekspresikan dalam lelucon praktis.

5. Perkembangan perilaku moral dan perkembangan konsep moral merupakan fase-fase perkembangan moral yang harus dicapai seorang anak. Pada fase perkembangan perilaku moral, seorang anak belajar melalui cara-cara berikut, kecuali...
A. Coba-ralat (trial and error)
B. Pendidikan langsung
C. Identifikasi
D. Observasi

Jawaban!!
1. D
2. C
3. A
4. C
5. D

Thursday, October 9, 2014

Cerdas Bukan Penentu Utama Lulus CPNS

cpnson.blogspot.com - Kecerdasan bukan penentu utama lulus CPNS 2014. Karena faktor penentu kelulusan terdiri dari 3 faktor yaitu hasil dari Tes Karakteristik Pribadi (TKP), Tes Intelejensi Umum (TIU), dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). Nilai ambang batas atau passing grade dari ketiganya pun naik dibandingkan pada tahun sebelumnya, hal ini merujuk pada PermenPAN RB No 29 Tahun 2014 tentang Nilai Ambang Batas Kelulusan Seleksi CPNS 2014. Namun dari kenaikan tersebut yang paling signifikan adalah hasil tes kepribadian, karena integritas seorang abdi negara dapat diukur melalui tes kepribadian.

Cerdas Bukan Penentu Utama Lulus CPNS

Hasil nilai tes kepribadian dengan skor tinggi adalah sebagai pengukur integritas dari peserta, karena meskipun tergolong cerdas tapi tidak memiliki integritas maka tidak akan di luluskan. “Dengan adanya UU ASN, aparatur dituntut berintegritas tinggi. Ukurannya dilihat dari tes karakteristik pribadi, makanya porsinya lebih besar,” jelas Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) Herman Suryatman. Kepribadian dalam menjalankan setiap tugas serta berhubungan baik dengan berbagai pihak menjadi faktor terpenting. Sifat yang harus dimiliki dari seorang aparatur adalah berkepribadian bersih, memiliki kompetensi dan melayani.

Kenaikan nilai karakteristik pribadi dapat terlihat dari tahun sebelumnya nilai minimalnya adalah 105 dan tahun ini berubah menajdi 126. Namun memang nilai karakteristik pribadi dari tahun 2013 selalu dengan porsi nilai yang paling tinggi. Peraturan mengenai kenaikan ambang batas nilai tersebut baru diumumkan dalam waktu dekat kemarin, padahal sejak 22 September 2014 beberapa instansi telah mulai melaksanakan Tes Kompetensi Dasar.

Menjadi seorang abdi negara yang perlu diperhatikan bukan hanya teori atau materi saja tapi aplikasinya terhadap tugas dan tanggungjawab yang diberikan. Materi dan praktek tetap harus seimbang. Bahkan TKB bagi instansi yang mengadakannya menjadi salah satu penentu karena 40 persen kelulusan ditentukan dari hasil TKB. Tidak semua orang bisa seimbang dalam materi dan praktek, bisa saja pemahaman teori tinggi tapi prakteknya rendah begitupun sebaliknya. Yang diharapkan dari penerimaan CPNS adalah merekrut abdi negara yang memiliki dua kemampuan tersebut, baik dalam mengerjakan tugas juga dalam melayani masyarakat.

Bukan hal yang tidak mungkin seorang peserta bisa memiliki 2 aspek tersebut dengan belajar. Soal yang terdapat dalam Tes Kompetensi Dasar bisa terlebih dahulu dipelajari dengan memahami Paket LKIT 2014 yang bisa diakses pada website www.paketlkit.com dan untuk melihat kisi-kisinya bisa mengakses http://cpnson.blogspot.com/2014/07/kisi-kisi-soal-cpns-2014.html.

Peserta harus berjaga-jaga dalam penerimaan CPNS karena sukses mendaftar belum tentu bisa mengikuti tes menggunakan CAT, dan skor tinggi belum tentu bisa lulus CPNS karena harus memenuhi passing grade yang telah ditetapkan oleh panitia.

Wednesday, October 8, 2014

Passing Grade TKD CPNS Berdasarkan PermenPANRB No 29 Tahun 2014

cpnson.blogspot.com - Ambang batas nilai atau passing grade adalah penentu dari kelulusan peserta yang digunakan dalam Tes Kompetensi Dasar menggunakan CAT CPNS. Jika peserta telah memenuhi passing grade dan dinyatakan lulus maka akan mengikuti tes selanjutnya yaitu Tes Kompetensi Bidang bagi instansi yang mengadakannya. Passing grade di semua instansi sama sebagaimana  yang ditetapkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN RB). Dalam TKD terdapat 3 komponen soal yang masing-masing memiliki passing grade, dan perlu diingat meskipun nilai akhir dari TKD tinggi tapi jika salah satu komponen soal tidak memenuhi ambang batas maka peserta tetap tidak dinyatakan lulus.

Passing Grade TKD CPNS Berdasarkan PermenPANRB No 29 Tahun 2014

Untuk peraturan mengenai passing grade itu sendiri terdapat dalam PermenPANRB No 29 Tahun 2014 tentang Nilai Ambang Batas TKD Seleksi CPNS Tahun 2014 bahwa Tes Karakteristik Pribadi (TKP) nilai ambang batasnya 72% dari nilai maksimal yakni 126. Untuk Tes Intelektual Umum (TIU) 50% dari nilai maksimal yakni 75. Untuk Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) 40% dari nilai maksimal yakni 70.

Dari peraturan tersebut nilai yang harus dicapai oleh peserta minimal adalah 72% dari nilai maksimal 126 untuk TKP. Sedangkan untuk passing grade TIU adalah 50% dari 75, dan yang terakhir adalah peserta harus memenuhi skor 40% dari 70. Jika semua passing grade tersebut tercapai maka peserta akan dinyatakan lulus dan berhak mengikuti tahap selanjutnya. Pada Tes Kompetensi Dasar CPNS 2014 yang dilaksanakan pertama kali, nilai tertinggi yang di dapatkan oleh peserta adalah 400 dan tentunya akan menjadi pemicu bagi peserta lain untuk mencapai nilai yang lebih tinggi.

"Seperti yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) No. 29 Tahun 2014 tentang Nilai Ambang Batas Tes Kompetensi Dasar Seleksi CPNS tahun 2014, Nilai Ambang Batas TKD CPNS 2014 mengalami kenaikan, tapi hanya nilai ambang batas pada sub tes karakteristik pribadi saja.

Berikut Nilai Ambang Batas TKD CPNS 2014 :
Tes Karakteristik Pribadi : 126 (sebelumnya 105)
Tes Wawasan Kebangsaan : 70 (sebelumnya 70)
Tes Intelegensi Umum : 75 (sebelumnya 75)"

Keseluruhan soal TKD yang harus dijawab oleh peserta adalah 100 soal dengan waktu 90 menit. Penilaian masing-masing komponen soal pun berbeda.. Sedangkan menurut PermenPAN RB Tahun 2013 penilaian adalah jika pada soal TWK dan TIU menjawab benar maka nilai yang diberikan adalah 5 dan jika salah adalah 0. Sedangkan pada soal TKP jawaban benar atau salah tetap diberi nilai dengan skala 1-5.

Pelaksanaan TKD sendiri sudah mulai dilaksanakan di beberapa instansi, yang sebelumnya peserta harus lulus seleksi administrasi terlebih dahulu. Meski saat pendaftaran jumlah pelamar sangat tinggi namun sedikit demi sedikit berguguran karena tidak bisa memenuhi syarat administrasi yang ditentukan oleh instansi. Pelaksanaan TKD sudah dimulai sejak 22 September 2014 yang dimulai oleh 3 instansi pemerintah pusat yaitu Kementerian Kehutanan, Bakorkamla dan Kementerian Perdagangan yang kemudian di ikuti oleh instansi lainnya dengan jadwal yang berbeda. Untuk melihat jadwal TKD instansi pusat bisa mengakses http://cpnson.blogspot.com/2014/09/jadwal-tkd-instansi-pusat.html.

Ambang batas nilai yang ditetapkan bisa terpenuhi jika peserta memahami serta mengerti dari setiap soal sehingga diperlukan pembelajaran terlebih dahulu sebelum pelaksanaannya. asncpns merekomendasikan untuk mempelajari Paket LKIT 2014 yang dapat di akses pada www.paketlkit.com.

TOEFL Kebijakan Masing-Masing Instansi

cpnson.blogspot.com - Persyaratan TOEFL menjadi kebijakan dari masing-masing instansi. Sampai saat ini masih banyak peserta yang menanyakan perihal persyaratan uji kemampuan berbahasa inggris ini. Padahal syarat tersebut bukan lagi menjadi kebijakan panitia pusat tapi kebijakan masing-masing instansi dan menjadi syarat tambahan sesuai kebutuhan instansi. Jika memang instansi memerlukan maka persyaratan tersebut bisa ditambahkan namun sebaliknya jika dirasa kurang perlu maka tidak menjadi masalah.

TOEFL Kebijakan Masing-Masing Instansi

Seperti yang dijelaskan oleh Kepala Biro Hukum Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN RB), Herman Suryatman “Syarat TOEFL itu kebijakan instansi, karena itu untuk pengaturannya dikembalikan ke instansi,” jelasnya (7/09/2014)

Jika ingin mengetahui lebih jelas mengenai persyaratan TOEFL maka bisa langsung menanyakannya kepada instansi yang dipilih, karena selain tidak semua instansi menambahkan persyaratan juga untuk skor nilai yang ditentukan berbeda atau disebut dengan kebutuhan objektif. Sebagai contoh, nilai TOEFL yang ditargetkan oleh Kementerian PANRB dengan kementerian lain tentu akan berbeda.

Pihak KemenPAN RB menargetkan bahwa untuk skor TOEFL yang wajar untuk persyaratan CPNS adalah 500-550, ini sudah cukup. Yang dibutuhkan untuk perekrutan CPNS adalah kemampuan dari masing-masing peserta untuk menerapkan jabatan yang dipilihnya sehingga nilai TOEFL tidak perlu terlalu tinggi. Memang panitia seleksi nasional pun tidak pernah memberikan pengarahan untuk penentuan skor kemampuam berbahasa inggris. Beberapa K/L yang mengharuskan TOEFL dengan nilai tinggi adalah Kemendag yaitu dengan skor 550. Ketika masih dipimpin oleh Gita Wirjawan, skor TOEFL yang diharapkan Kemendag adalah 600 dengan alasan karena nantinya pegawai akan serig berurusan dengan dokumen internasional.

Meskipun memiliki skor TOEFL 520 nantinya pegawai bisa dilatih lagi karena skor 550 sudah bisa pergi ke luar negeri. Instansi pusat lain yang mengharuskan pelamar dengan skor TOEFL tinggi adalah Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.

Ketenatuan nilai TOEFL di beberapa instansi harus disesuaikan dengan ijazah terakhirnya. Misal S1 harus memiliki nilai TOEFL 550, lulusan D3 nilai TOEFL harus 450 dan D1 skor nya harus 400. Karena masalah ini tidak sedikiti pelamar yang mencoba curang yaitu dengan membeli nilai TOEFL agar skor akhirnya ditinggikan. Namun tidak semua lembaga TOEFL mengikuti keinginan dari pelamar karena mempertahankan kredibilitasnya. Selain itu lembaga yang mengadakan tes TOEFL menganjurkan peserta belajar terlebih dahulu sebelum melakukan tes karena hasil akhir adalah sama dengan hasil yang didapatkan dari tes.

Terlepas dari syarat pendaftaran CPNS 2014, beberapa instansi telah mulai melaksanakan Tes Kompetensi Dasar dan nantinya pelamar yang lulus akan mengikuti Tes Kompetensi Bidang bagi instansi yang mengadakannya. Hasil TKB sangat berpengaruh untuk hasil kelulusan CPNS yaitu sampai 40%, sebagai pembelajaran direkomendasikan untuk mempelajari Paket LKIT 2014.

Tuesday, October 7, 2014

Pengaruh Kelulusan 40% Dari TKB

cpnson.blogspot.com - Tes Kompetensi Bidang atau TKB untuk instansi yang mengadakan terutama daerah persentase yang dapat mempengaruhi kelulusan adalah 40%. Dalam pelaksanaannya TKB berbeda dengan Tes Kompetensi Dasar, karena TKB tidak menggunakan sistem CAT sehingga sebagian masyarakat khawatir mengenai hasilnya nanti. Namun untuk menghapuskan kekhawatiran tersebut, masyarakat bisa ikut memantau jalannya pelaksanaan tes.

Pengaruh Kelulusan 40% Dari TKB

Seperti yang dijelaskan oleh Deputi SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Setiawan Wangsaatmaja, “Kalau khawatir pemda mainkan hasil TKB, masyarakat bisa ikut pantau. Pantauan mulai dari penyusunan TKB-nya, apakah benar-benar kompeten atau tidak.” Masyarakat bisa mengetahui secara langsung proses pelaksanannya sehingga harapan tes yang berlangsung adil, transaparan, objektif dan bebas KKN bisa tercapai. Pelaksanaan TKB juga menjadi pengukur kemampuan praktek dari masing-masing pelamar sehingga apakah sesuai dengan jabatan yang akan diterapkan atau tidak.

Untuk bisa memantau pelaksanaan TKB khususnya di daerah, orang yang akan menguji merupakan orang yang memiliki kapabilitas tinggi dan memahami jenis jabatan tersebut. Misalkan untuk TKB di Dinas Kesehatan, jika telah dinyatakan lulus pada TKD kemudian diuji untuk TKB maka pengujinya adalah yang memahami dan mengerti mengenai kesehatan. Namun harus ingat kembali bahwa memenuhi passing grade pada tes CPNS menggunakan CAT belum tentu dinyatakan lulus, karena dalam TKD terdapat 3 komponen soal dengan batas nilai yang berbeda. Meskipun salah satu komponen mendapat skor yang tinggi namun komponen soal lainnya tidak memenuhi passing grade tidak akan lulus. Pada hari pertama tes, skor 400 menjadi skor tertinggi.

Pengadaan TKB untuk beberapa formasi memang sangat diperlukan terutama untuk formasi yang memiliki keahlian seperti guru, tenaga kesehatan, penyuluh dan lainnya. Terkadang sebagian pelamar memang lulus dan paham mengenai teorinya, tapi tidak untuk prakteknya. Begitupun sebaliknya praktek lancar tapi teori tidak mengerti, keduanya harus seimbang. Persentase kelulusan dari seorang peserta tes CPNS adalah 60% dari Tes Kompetensi Dasar atau teorinya dan 40% dari prakteknya. Untuk instansi daerah yang memang belum yakin atau takut salah dalam menentukan TKB bisa berkoordinasi dengan KemenPAN RB untuk mencari solusinya.

TKB memang menjadi kewenangan dari masing-masing instansi namun jika daerah memiliki keinginan untuk mengambil tim untuk TKB dari pusat tidak jadi masalah. Yang terpenting adalah penguji TKB adalah orang yang independen sehingga hasilnya pun memang sesuai dan tidak direkayasa. Sebagai bahan pembelajaran untuk materi Tes Kompetensi Bidang bisa mempelajari Paket LKIT TKB. TKB dilaksanakan setelah TKD, sebagian instansi pemerintah telah memulai melaksanaan tes. Namun karena pendaftaran yang tidak serentak serta tes yang tidak serentak berpengaruh pada pengumuman kelulusan yang tidak serentak juga.

Friday, October 3, 2014

Pendaftaran CPNS Bisa Lintas Instansi

cpnson.blogspot.com - Pendaftaran CPNS tahun depan pelamar bisa mendaftar lintas intansi atau mendaftar di beberapa instansi sekaligus. Rencana pendaftaran seperti ini akan dilaksanakan pada tahun ini, namun karena beberapa hal sistem ini tidak bisa dilaksanakan dan bergeser ke tahun depan dengan mempertahankan sistem pendaftaran online. Sistem pendaftaran yang digunakan saat ini seperti telah diketahui adalah hanya bisa mendaftar pada satu instansi namun bisa memilih tiga jabatan sekaligus dengan kualifikasi pendidikan yang sama.

Pendaftaran CPNS Bisa Lintas Instansi

Penyebab batalnya penggunaan sistem pendaftaran lintas instansi pada tahun ini sebagaimana diungkapkan oleh Wakil Menteri PANRB Eko Prasojo, “Tetapi panitia mengalami kendala teknis.” Padahal pendaftaran menggunakan sistem online sudah mulai digelar dari tahun 2013, namun karena masih masa transisi perbaikan masih terus dilakukan dan hanya beberapa instansi saja yang membuka pendaftaran seleksi CPNS secara online. Perkembangan pendaftaran online tahun 2014 ditandai dengan single entry atau dimana setiap pelamar yang akan mendaftar di instansi hanya bisa mendaftar pada satu portal saja yaitu http://panselnas.menpan.go.id. Setelah itu baru bisa login di intansi terkait.

Awalnya pendaftaran dengan single entry ditujukan untuk mempermudah pelamar mendaftar 3 jabatan di beberapa instansi yang dipilihnya. Namun setelah diadakan simulasi ternyata sistem belum siap sehingga panitia merubah peraturan dengan hanya bisa memilih tiga jabatan dalam satu instansi.

Pendaftaran CPNS lintas instansi berkaca pada penerimaan mahasiswa yang bisa memilih lintas universitas, misalnya bisa mendaftar di UGM, UI dan ITB. Dengan penerapan sistem seperti ini pelamar tetap harus melaksanakan tes dan dinyatakan lulus jika telah memenuhi passing grade. Kesempatan pelamar untuk bisa lulus di instansi yang dipilihnya tidak tertutup karena jika tidak lulus pada salah satu instansi masih ada kemungkinan akan lulus di dua instansi lainnya.

Pendaftaran dan tes menggunakan sistem online seperti yang dilaksanakan tahun ini memiliki manfaat yang sangat besar. Untuk pendaftaran, para pelamar tidak perlu repot mendatangi instansi yang dipilihnya ditambah syarat pendaftaran pun dipermudah hanya menggunakan NIK dan email yang masih aktif saja. Pelamar yang berhasil mendaftar pada portal nasional terhitung sudah mencapai 2,5 juta dan diprediksikan akan terus bertambah menembus 3 atau 4 juta orang sampai semua instansi menutup pendaftarannya.

Sedangkan pelaksanaan tes menggunakan sistem komputer atau sistem CAT mampu menghemat kertas sampai 504 ton. Selain itu, sistem CAT bersifat objektif, adil, transaparan dan bebas KKN sehingga bisa membuktikan kepada masyarakat bahwa penerimaan CPNS gratis dan tidak berbayar. Hal ini terkait banyaknya oknum yang tidak bertanggung jawab dan mengatasnamakan pemerintah dengan meminta sejumlah uang untuk kelulusan seleksi CPNS. Para pelamar harus tetap berhati-hati jika menemukan indikasi seperti itu. Penggunaan CAT mampu mematikan para calo namun penipu masih tetap berkeliaran.