Friday, February 28, 2014

Jabatan Prioritas Penerimaan CPNS 2014

Dalam penerimaan CPNS 2014, jabatan fungsional akan menjadi prioritas dalam penerimaan PNS. Jabatan jabatan di bawah ini adalah merupakan jabatan yang terbatas di setiap kementerian, selain dari jumlah pegawai, jabatan ini berbeda dengan jabatan jabatan lainnya.

Jabatan Fungsional menjadi Prioritas CPNS 2014

Jabatan ini sebenarnya ada yang dibuka dalam penerimaan CPNS tahun 2013, akan tetapi dari hasil seleksi banyak sekali pelamar yang tidak bisa mencapaio Passing Grade untuk jabatan jabatan ini, sehingga apabila tidak mencapai ambang batas nilai yang ditentukan - maka jabatan ini akan dibiarkan kosong.

mungkinkah anda salah satunya yang bisa menduduki salah satu jabatan di bawah ini ??

Nama Nama Jabatan Fungsional di Kementerian dan Lembaga Negara yang akan menjadi Prioritas dalam Penerimaan CPNS 2014


Kementerian Dalam Negeri
  • Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan di Daerah

Kementerian Luar Negeri
  • Diplomat

Kementerian Pertahanan
  • Kataloger

Kementerian Hukum Dan Ham
  • Pemeriksa Merek
  • Pemeriksa Paten
  • Perancang Peraturan Perundang - undangan

Kementerian Keuangan
  • Penilai Pajak Bumi dan Bangunan
  • Pemeriksa Bea dan Cukai
  • Pemeriksa Pajak
  • Penyuluh Pajak

Kementerian ESDM
  • Pengamat Gunung Api
  • Penyelidik Bumi
  • Inspektur Ketenagalistrikan
  • Inspektur Tambang
  • Inspektur Minyak dan Gas Bumi

Kementerian Perindustrian
  • Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan

Kementerian Perdagangan
  • Penguji Mutu Barang
  • Penera

Kementerian Pertanian
  • Medik Veteriner
  • Paramedik Veteriner
  • Pengawas Benih Tanaman
  • Pengawas Bibit Ternak
  • Pegawas Mutu Hasil Pertanian
  • Pengawas Mutu Pakan
  • Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan
  • Penyuluh Pertanian
  • Analis Pasar Hasil Pertanian

Kementerian Kehutanan
  • Penyuluh Kehutanan
  • Polisi Kehutanan
  • Pengendali Ekosistem Hutan

Kementerian Perhubungan
  • Pengendali Frekuensi Radio
  • Teknisi Penerbangan
  • Pengawas Keselamatan Pelayaran
  • Penguji Kendaraan Bermotor

Kementerian Kelautan dan Perikanan
  • Pengendali Hama dan Penyakit Ikan
  • Pengawas Perikanan (penggabungan dgn Pengawas Benih Ikan )
  • Penyuluh Perikanan

Kementerian Tenaga Kerja
  • Pengawas Ketenagakerjaan
  • Instruktur
  • Mediator Hubungan Industrial
  • Pengantar Kerja
  • Penggerak Swadaya Masyarakat

Kementerian Pekerjaan Umum
  • Teknik Pangairan
  • Teknik Penyehatan Lingkungan
  • Teknik Jalan dan Jembatan
  • Teknik Tata Bangunan dan Perumahan
  • Penata Ruang

Kementerian Kesehatan
  • Administrator Kesehatan
  • Apoteker
  • Asisten Apoteker
  • Bidan
  • Dokter
  • Dokter Gigi
  • Epidemiolog Kesehatan
  • Entomolog Kesehatan
  • Fisioterapis
  • Fisikawan Medis
  • Nutrisionis
  • Okupasi Terapis
  • Ortosis Prostesis
  • Penyuluh Kesehatan Masyarakat
  • Perawat
  • Perawat Gigi
  • Perekam Medis
  • Pranata Laboratorium Kesehatan
  • Psikolog Klinis
  • Radiografer
  • Refraksionis Optisien
  • Sanitarian
  • Teknik Elekromedis
  • Teknisi Gigi
  • Terapis Transfusi Darah
  • Terapis Wicara
  • Dokter Pendidik Klinis
  • Pembimbing Kesehatan Kerja

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
  • Dosen
  • Guru
  • Penilik
  • Pamong Belajar
  • Pengawas Sekolah
  • Pengembangan Teknologi Pembelajaran
  • Pranata Laboratorium Pendidilkan

Kementerian Sosial
  • Pekerja Sosial
  • Penyuluh Sosial

Kementerian Agama
  • Penghulu
  • Penyuluh Agama

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
  • Pamong Budaya

Kementerian Komunikasi dan Informatika
  • Adikara siaran
  • Teknisi Siran
  • Andalan Siaran
  • Pranata Hubungan Masyarakat

Kementerian Lingkungan Hidup
  • Pengendali Dampak Lingkungan
  • Pengawas Lingkungan Hidup

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS)
  • Perencana

Lembaga Administrasi Negara (LAN)
  • Widyaiswara
  • Analis Kebijakan

Arsip Nasional (ANRI)
  • Arsiparis

Badan Kepegawaian Negara (BKN)
  • Analis Kepegawaian
  • Auditor Kepegawaian
  • Assessor SDM Aparatur

Perpustakaan Nasional (PERPUSNAS)
  • Pustakawan

Badan Pusat Statistik (BPS)
  • Statistisi
  • Pranata Komputer

Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN)
  • Pengawas Radiasi

Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN)
  • Pranata Nuklir

Badan Intelijen Negara (BIN)
  • Agen

Lembaga Sandi Negara (LEMSANEG)
  • Sandiman
  • Operator Transmisi Sandi

Badan Koodinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)
  • Penyuluh Keluarga Berencana

Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (BAKORSURTANAL)
  • Surveyor Pemetaan

Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP)
  • Auditor

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)
  • Peneliti

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)
  • Teknisi Penelitian dan Perekayasaan
  • Perekayasa

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)
  • Pengawas Farmasi dan Makanan

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
  • Pengamat Meteorologi dan Geofisika

Kejaksaan Agung
  • Jaksa

Sekretariat Negara
  • Penerjemah

BPK
  • Pemeriksa

LKPP
  • Pengelola Pengadaan Barang Jasa

Jumlah dan Karakteristik Soal CPNS 2014

Jumlah soal CPNS tahun 2014 diprediksi akan sama jumlahnya dengan jumlah soal CPNS pada tahun 2013. Pada tahun 2013, Ujian penerimaan CPNS menggunakan 2 metode sistem penerimaan, yaitu sistem CAT dan sistem LJK. Untuk tahun 2014, apakah semua kementerian atau instansi daerah akan menggunakan sistem CAT, belum ada informasi terkini mengenai hal tersebut berhubung infrastruktur untuk pengadaan sistem CAT akan memakan biaya yang sangat besar.

Jumlah Soal CPNS 2014

Jumlah soal ujian CPNS menggunakan sistem CAT adalah terdiri dari 100 soal, yang mana nilai passing grada kelulusan untuk sistem CAT bisa dilihat di artikel kami sebelumnya "Passing Grade CPNS Sistem CAT", sedangkan untuk ujian soal sistem LJK adalah terdiri dari 120 soal dengan nilai ambang kelulusan yang bisa anda juga lihat di "Passing Grade CPNS Sistem LJK"

Karakteristik Soal CPNS Sistem CAT

Jumlah soal CPNS terdiri dari 100 soal. Masing masing soal harus dikerjakan dalam jangka waktu 1 menit.

Soal adalah terdiri dari:
  1. Soal CPNS Karakteristik Pribadi jumlahnya 35 soal
  2. Soal CPNS Intelegensia Umum jumlahnya 30 soal
  3. Soal CPNS Wawasan Kebangsaan jumlahnya 35 soal
Minimal Jawaban yang benar per kategori soal untuk ambang minimal Passing Grade CAT:
  1. Karakteristik Pribadi: 23 Soal
  2. Integensia Umum: 15
  3. Wawasan kebangsaan: 21
Nilai Minimal yang wajib didapat per kategori soal
  1. Karakteristik Pribadi: 105 point
  2. Intelegensia umum: 75 point
  3. Wawasan kebangsaan:  70 point
Catatan: Kemungkinan Nilai Passing Grade tahun 2014 akan dinaikan untuk menjaring SDM yang lebih berkualitas

Karakteristik Soal CPNS Sistem LJK

Jumlah soal CPNS terdiri dari 120 soal. Masing masing soal harus dikerjakan dalam jangka waktu 1 menit.

Soal adalah terdiri dari:
  1. Soal CPNS Karakteristik Pribadi jumlahnya 45 soal
  2. Soal CPNS Intelegensia Umum jumlahnya 35 soal
  3. Soal CPNS Wawasan Kebangsaan jumlahnya 40 soal

Minimal jawaban yang benar per kategori soal untuk ambang minimal Passing Grade CAT:
  1. Karakteristik Pribadi: 27 Soal
  2. Integensia Umum: 18 Soal
  3. Wawasan kebangsaan: 24 Soal
Nilai Minimal yang wajib didapat per kategori soal
  1. Karakteristik Pribadi: 108 point
  2. Intelegensia umum: 70 point
  3. Wawasan kebangsaan:  64 point

Pola Penilaian dan Skor Hasil Ujian CPNS

Pola penilaian untuk tes karakteristik pribadi tidak ada nilai nol, tetapi kisaran skornya 1 – 5. Sedangkan nilai untuk intelegensia umum dan wawasan kebangsaan, kalau salah nol kalau benar nilainya lima.

Enkripsi dan Dekripsi Master Soal CPNS

Setelah Soal CPNS rampung dibuat oleh team pembuat Soal, Soal CPNS tidaklah langsung disimpan dan dibiarkan begitu saja - akan tetapi soal soal CPNS tadi di Enkripsi untuk menjaga kerahasiannya. Proses ini biasanya dilakukan oleh Lembaga Sandi Negara.

Enkripsi soal CPNS adalah proses mengamankan data atau informasi soal, dengan kata lain mengacak data/ informasi agar tidak dapat dibaca oleh pihak lain. Dengan cara ini kebocoran soal CPNS bisa dihindari. setelah proses Enkripsi selesai, maka file rahasia tadi disimpan dan dikawal di suatu tempat yang dirahasiakan keberadaannya. Bisanya dalam proses ini, pihak pengamanan dari kepolisian ditunjuk untuk mengamankan. Hasil dari proses enkripsi soal tadi disebut "ciphertext" dimana soal soal tadi berubah menjadi suatu pesan rahasia yang tidak bisa dibaca.

Enkripsi Dekripsi Master Soal CPNS

Disaat waktu penerimaan CPNS mendekati waktu yang telah ditentukan, maka soal tersebut diserahkan kepada daerah, dan dalam hal ini tentunya melibatkan Lembaga Sandi Negara. Soal soal CPNS yang telah di Enkripsi, saat diserahkan ke daerah dilakukan proses kebalikannya yaitu, Dekripsi.

Dekripsi Soal CPNS adalah kebalikan dari enkripsi yaitu proses mengkonversi data soal CPNS yang sudah di enkripsi kembali menjadi data aslinya sehingga dapat dibaca atau dimengerti kembali. Hasil dari proses dekripsi dinamakan"Plaintext"dimana data data yang asal mulanya tidak terbaca, sekarang bisa dibaca kembali.


Barulah setelah proses dekripsi selesai, maka soal soal CPNS tadi siap diujikan. Sebelum CAT CPNS diberlakukan (Ujian masih menggunakan sistem LJK) - setelah soal cpns selesai di'dekripsi, soal tadi langsung dilakukan pencetakan.  Pencetakan biasanya dilakukan di Universitas universitas yang ditunjuk secara langsung oleh pemerintah untuk menghindari kebocoran soal CPNS.

Mengenai metode enkripsi dan dekripsi, ada yang menarik dalam penjualan buku pembelajaran CPNS di Indonesia yang dijual secara online. Kami dari cpnson.blogspot.com mencoba membandingkan mana yang terbaik dari web web penjualan bahan pembelajaran soal tersebut, mulai dari segi pelayanan, metode penjualan, bahan yang diberikan beserta alumni kelulusan. Kami membeli dan membandingkan setiap produk produk yang dijual di web web tersebut.

Menurut kami di Indonesia ada 3 web penjualan buku pembelajaran CPNS yang dianggap besar, dan ketiga web penjualan tersebut berlomba menjadi yang terbaik - akan tetapi setelah dilihat dari keempat segi diatas dan melakukan berbagai penelusuran dan wawancara dengan alumni alumni kelulusan - kami melihat Paket LKIT adalah yang terbaik diantara kesemua bahan pembelajaran yang ada di negeri ini untuk pembelajaan bahan CPNS. Kami melihat dari segi materi yang diberikan sangatlah lengkap dan terstruktur. Selain itu pelayanan pembelian dan pengiriman file sudah menggunakan metode enkripsi dan Dekripsi file yang memang mirip dalam Enkripsi Dekripsi Master Soal CPNS yang dikembangkan LEMSANEG, sehingga pembeli satu dan pembeli lainnya akan memiliki kode key yang berbeda dalam setiap pembelian mereka. Detail lengkap penjualan bahan CPNS ini bisa dilihat di www.paketlkit.com

Passing Grade CPNS Sistem LJK 2014

Berbeda dengan nilai Passing Grade CPNS sistem CAT, Nilai ambang batas kelulusan dalam Sistem LJK khusus nilai maksimal test karakteristik pribadi adalah 108, dan nilai passing grade sistem CAT adalah 105

Passing Grade Sistem LJK CPNS 2014

Untuk nilai ambang batas tes intelegensia umum dan wawasan kebangsaanpun lebih rendah dibanding passing grade sistem CAT, akan tetapi tetap saja semua nilai yang menentukan kelulusan adalah bukan nilai akumulasi dari penjumlahan seluruh nilai yang didapat dari tes kompetensi dasar.


Passing Grade bagi instansi yang menggunakan LJK
Kriteria nilai ambang batas
nilai ambang batas
1
60 % dari nilai maksimal tes karakteristik pribadi
108
2
50 % dari nilai maksimal tes intelegensia umum
70
3
40 % dari nilai maksimal tes wawasan kebangsaan
64


Dalam penilaian Passing Grade CPNS, meskipun peserta memenuhi passing grade, bisa saja dia tidak lulus. Misal suatu instansi memerlukan 2 orang dalam satu formasi, dan pada saat ujian ada 10 peserta yang bisa memenuhi passing grade kelulusan. Tentu yang akan diterima hanya mereka yang nilainya paling tinggi.


Kemudian setelah ditentukan siapa yang lulus, maka peserta itulah yang berhak untuk mengikuti test selanjutnya yaitu test kompetensi bidang.

Passing Grade CPNS 2014 Sistem CAT

Nilai Passing Grade CPNS atau disebut dengan nilai ambang batas standard kelulusan CPNS pada tahun penerimaan CPNS tahun 2014 tidak akan jauh berbeda dengan nilai passing grade pada tahun 2013 kemarin.

Passing Grade CPNS 2014

Nilai Passing Grade khusus TKD yang ditentukan Kemenpan ini akan menentukan setiap peserta, apakah peserta tersebut lulus dan bisa mengikuti test selanjutnya apakah peserta itu dinyatakan tidak lulus. Setelah dinyatakan lulus dan memenuhi nilai Passing Grade TKD, maka setiap peserta berhak untuk mengikuti test selanjutnya yaitu Test Kompetensi Bidang CPNS, dimana pelaksanaan test TKB ini pelaksanaannya adalah diserahkan kepada kementerian atau lembaga yang bersangkutan.

Dalam ketetapan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) No. 35/2013 tentang Nilai Ambang Batas TKD Seleksi CPNS dari Pelamar Umum tahun 2013, berikut adalah nilai passing grade untuk tahun 2013.

Passing Grade bagi instansi yang menggunakan CAT

Kriteria nilai ambang batas
nilai ambang batas
1
60 % dari nilai maksimal tes karakteristik pribadi
105
2
50 % dari nilai maksimal tes intelegensia umum
75
3
40 % dari nilai maksimal tes wawasan kebangsaan
70


Untuk peserta TKD dengan sistem CAT nilai karakteristik pribadi minimal harus mencapai 60% dari nilai maksimal yakni 175, yakni 105. Sedangkan intelegensia umum, nilai minimalnya 75 (50%) dari nilai maksimal, dan wawasan kebangsaan nilai minimalnya 70. Adapun passing grade untuk peserta TKD dengan sistem LJK, nilai karakteristik pribadi minimal 108, intelegensia umum minimal 70, dan wawasan kebangsaan 64.


Untuk penilaian tes karakteristik pribadi (TKP) tidak ada nilai 0 (nol), tetapi kisaran skornya 1 – 5. Sedangkan nilai untuk intelegensia umum dan wawasan kebangsaan, kalau salah 0 (nol) kalau benar nilainya 5 (lima).

Nilai kelulusan tiap peserta adalah harus terpenuhi untuk setiap kelompok soal harus terpenuhi, dan perhitungan kelulusan tidak berdasarkan akumulasi penjumlahan nilai keseluruhan.

Passing grade pun tahun ini, tahun 2014 diterapkan untuk tes CPNS tahun 2014 yang menggunakan sistem CAT. Para pelamar akan secara langsung mendapatkan hasil dari Tes yang telah dijalani, karena sistem ini bersifat transparan dan objektif. Namun meskipun telah mencapai skor tinggi belum tentu dinyatakan lulus, karena seperti yang telah dijelaskan diatas, skor yang dihitung adalah skor akhir dari batas skor masing-masing komponen soal.

Passing grade juga menentukan kemampuan dan pengetahun yang dimiliki oleh masing-masing peserta, bagaimana memahami setiap soal yang keluar pada tes tersebut. Sehingga peserta yang lulus merupakan peserta yang memiliki kemampuan dan pengetahuan sesuai dengan target yang telah ditentukan. Penggunaan passing grade atau ambang batas nilai berlaku untuk instansi yang menggunakan CAT. Tahun ini CAT menjadi syarat penting untuk instansi bisa mendapatkan formasi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, karena instansi pemerintah pusat ataupun daerah yang tidak menggunakan CAT CPNS tidak akan diberikan formasi. Jika pada tahun 2013 penggunaan CAT belum keseluruhan, maka tahun ini adalah wajib.

Bagan Penyusunan Formasi CPNS

Penerimaan CPNS setiap tahun adalah melaui Standard Operation Procedure yang telah ditetapkan. Setiap formasi yang diajukan oleh masing m,asing daerah/kementerian dan lembaga negara diberikan kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Setelah formasi dari daerah diterima Kemenpan, dengan berbagai pertimbangan teknis dan berbagai masukkan, akhirnya diajukanlah formasi dari seluruh daerah / kementerian dan lembaga ke Kementerian Keuangan untuk mendapatkan arahan dan pendapat mengenai pembiayaan dan penggajian CPNS dari Anggaran belanja pegawai yang telah tersedia.

Bagan Formasi CPNS
Image Credit: Kementerian PAN dan RB

Pendapat dari Kemenkeu tadi akhirnya diterima Kemenpan untuk memberikan persetujuan prinsip formasi. Setelah formasi CPNS disetujui, barulah Kemenpan menginformasikannya kepmbali ke daerah/Kementerian dan Lembaga negara.

Papua Dapat Mengangkat Anak SMA Langsung Jadi PNS

Dikarenakan kurangnya minat masyarakat Papua untuk menjadi seorang abdi negara atau PNS, Kementerian pusat memberikan kebijakan khusus untuk daerah yang kaya akan bahan tambang itu.

Papua dapat Kebijakan Khusus dalam Penerimaan CPNS

Pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) memberikan kebijakan khusus kepada Papua dalam merekrut Pegawai Negeri Sipil (PNS). Dalam kebijakan ini, Pemda Papua dapat mengangkat anak lulusan SMA langsung jadi PNS.

Azwar mengakui, rendahnya minat rakyat Papua untuk menjadi PNS membuat Papua kekurangan pegawai pemerintah untuk beberapa posisi seperti guru maupun perawat.

"Kita buka seperti sekarang rekruitment tidak ada yang mau di Puncak Jaya. Ini namanya spesial kita berikan. Kita sangat beragam," tutupnya.

Selain kurangnya minat masyarakat Papua terhadap PNS, mereka yang sudah berpendidikan kebanyakan meninggalkan daerahnya dan pergi merantau ke luar daerah.