Peminat Calon Pegawai Negeri Sipil dari masing-masing dearah masih terbilang sepi, padahal persiapan penyelenggraan rekrutmen CPNS baru tahun anggaran 2014 ini sudah mulai berjalan. Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah mengumpulkan usulan kuota CPNS baru dari masing-masing instansi pusat maupun daerah.
Eko Sutrisno selaku Kepala BKN mengungkapkan pintu awal dari usulan kouta CPNS baik dari instansi pusat maupun daerah, selain itu usulan kuota CPNS baru di tahun ini sudah mulai dilakukan sejak beberapa minggu yang lalu. Eko juga menambahkan bahwa panduan teknis untuk usulan CPNS baru dalam anggaran tahun 2014 sudah dipersiapkan oleh BKN. Baik dalam instansi kementerian, lembaga non kementerian, provinsi, kabupaten dan kota.
Sampai saat ini, usulan CPNS baru untuk instansi pusat sudah hampir memenuhi persyaratan yang telah di tentukan. Sedangkan untuk usulan CPNS baru pada instansi daerah masih terbilang setengahnya dari ketentuan yang dibutuhkan. Badan Kepegawaian Negara berharap masing-masing instansi daerah yang berada di seluruh wilayah Indonesia segera untuk mengajukan usulan CPNS, jika memang masing-masing instansi daerah tersebut membutuhkan suntikan pegawai baru.
Dengan demikian BKN masih menganalisis usulan kouta CPNS baru baik dari instansi pusat maupun daerah, diantara analisis tersebut masih dalam pembuktian serta kelayakan angka kuota CPNS baru yang telah diusulkan. Akan tetapi kebanyakannya usulan kuota Calon Pegawai Negeri Sipil baru yang akan diajukan melebihi batas yang telah di tentukan. Setelah itu dari pihak BKN mulai saat ini akan lebih ketat untuk mengabulkan jumlah kuota CPNS baru, Kepala BKN mengatakan seluruh tim analisis akan melihat kebutuhan CPNS berdasarkan analisis jabatan, analisis beban kerja, dan kebutuhan pegawai dalam beberapa tahun ke depan. Semua persyaratan analisis tersebut harus telah diserahkan oleh masing-masing instansi sebelum mengusulkan kouta CPNS yang baru.
Ciri-ciri dari usulan CPNS baru tersebut akan ditempatkan untuk tenaga pendidik serta tenaga kesehatan seperti, dokter umum dan perawat masih cukup besar. Selain formasi tersebut ada juga untuk pegawai tekinis serta tenaga administrasi. Setelah proses anilisis selesai di BKN, usulan CPNS baru akan secepatnya di sampaikan kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB). Dan yang berhak menentukan usulan CPNS baru adalah Azwar Abu Bakar selaku menteri PAN-RB.
Setelah kuota di tentukan oleh ketetapan Kemenpan-RB, tahap selanjutnya akan menjadi formasi sesuai bidang pekerjaan masing-masing instansi. Kepala BKN juga mengatakan sesuai dengan kekuatan anggaran dana dalam APBN tahun 2014, maka kuota nasional CPNS baru akan disiapkan sekitar seratus ribu orang. Jumlah tersebut lumayan lebih besar dibandingkan dengan kouta CPNS baru dari pelamar umum tahun yang lalu. Untuk kalangan tenaga honorer yang tidak lulus pengangkatan CPNS di tahun lau, berkesempatan untuk mendaftar kembali pada pendaftaran CPNS tahun 2014 ini, akan tetapi dengan status yang sama seperti pelamar umum lainnya.
Info Penerimaan CPNS | Info CPNS | Formasi CPNS | Jadwal CPNS | Kuota CPNS | Lowongan CPNS | Pendaftaran CPNS | Penerimaan CPNS | Pengumuman CPNS | Persyaratan CPNS | Seleksi CPNS | Simulasi CAT CPNS | Situs Pendaftaran CPNS | Soal CPNS | Tips Lulus CPNS
Thursday, May 22, 2014
Dokter Diangkat PNS Tanpa Tes
Dokter pegawai tidak tetap (PTT) yang berada di Kabupaten Pohuwato bisa diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil tanpa tes. Namun hal ini sama sekali tidak mendapat respon positif dari para dokter yang ada di daerah tersebut, karena tingginya pendapatan yang didapat tanpa harus berstatus menjadi pegawai negeri sipil terlebih dahulu. Padahal untuk honorer atau masyarakat, menjadi PNS adalah dambaan setiap pelamar dan untuk bisa mencapai posisi ini rela mengorbankan dan melakukan apa saja. Untuk saat ini saja, tes CPNS dilakukan sangat ketat hal ini ditujukan agar pegawai negeri sipil yang nantinya terpilih bisa bekerja dengan maksimal serta hanya pegawai yang memiliki kemampuan atau keahlian yang bisa menempati jabatan aparatur sipil Negara.
Pengangkatan dokter PTT tanpa tes merupakan salah satu program pendayagunaan sumber daya manusia pada bidang kesehatan khusus untuk daerah terpencil dan perbatasan kepulauan. Padahal jika dibandingkan, gaji dokter PNS bisa lebih besar daripada menjadi dokter PTT. Untuk dokter gigi daerah terpencil gaji dan intensif yang diberikan adalah sekitar 4,8 juta sedangkan untuk dokter di daerah sangat terpencil gaji dan intensif mencapai 7,1 juta. Jika digabungkan, gaji PNS bisa sama dengan gaji dokter PTT atau bahkan lebih. Ini dikembalikan lagi pada kesiapan para dokter untuk menjalaninya.
Untuk bisa diangkat menjadi PNS, dokter PTT hanya perlu melakukan tes administrasi saja tanpa harus tes akademik. Tapi tetap saja para dokter enggan untuk menempat posisi ini. Selain alasan gaji dan intensif, para dokter PTT juga memberikan alasan karena ingin mengikuti studi untuk bisa menjadi dokter spesialis.
Namun Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Pohuwato tidak memaksakan kehendak para dokter PTT tersebut, saat ini pemerintah daerah sedang melaksanakan pemenuhan kebutuhan para dokter PTT untuk bisa berkinerja secara maksimal.
Sebelumnya pemerintah pusat telah membuka pendaftaran untuk dokter yang diangkat menjadi PNS tanpa tes. Pengangkatan ini dibuka untuk 3000 formasi, tetap saja hanya berapa persen yang memenuhi syarat administrasi, sisanya banyak yang tidak lengkap terutama dalam kesanggupan untuk ditempatkan di wilayah terpencil. Selain itu, untuk menjadi dokter PNS di daerah terpencil harus siap untuk tidak berpindah ke daerah lain selama 5 tahun.
Kadis Kesehatan kabupaten Pohuwato menambahkan lagi bahwa saat ini pemda tidak mempermasalahan ketidak sanggupan para dokter PTT tersebut, yang terpenting saat ini mereka bisa menjalankan tugas sebagai dokter dengan baik. Masalah izin melanjutkan studi juga sangat didukung oleh pemerintah daerah. Ditambah pemerintah daerah akan memberikan insentif dan jasa pelayanan kesehatan yang jumlahnya kan lebih dari gaji atau intensif dokter PTT. Jika dokter PTT dipekerjakan dengan sistem kontrak, PNS tidak sama. (ASN CPNS / AN)
Pengangkatan dokter PTT tanpa tes merupakan salah satu program pendayagunaan sumber daya manusia pada bidang kesehatan khusus untuk daerah terpencil dan perbatasan kepulauan. Padahal jika dibandingkan, gaji dokter PNS bisa lebih besar daripada menjadi dokter PTT. Untuk dokter gigi daerah terpencil gaji dan intensif yang diberikan adalah sekitar 4,8 juta sedangkan untuk dokter di daerah sangat terpencil gaji dan intensif mencapai 7,1 juta. Jika digabungkan, gaji PNS bisa sama dengan gaji dokter PTT atau bahkan lebih. Ini dikembalikan lagi pada kesiapan para dokter untuk menjalaninya.
Untuk bisa diangkat menjadi PNS, dokter PTT hanya perlu melakukan tes administrasi saja tanpa harus tes akademik. Tapi tetap saja para dokter enggan untuk menempat posisi ini. Selain alasan gaji dan intensif, para dokter PTT juga memberikan alasan karena ingin mengikuti studi untuk bisa menjadi dokter spesialis.
Namun Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Pohuwato tidak memaksakan kehendak para dokter PTT tersebut, saat ini pemerintah daerah sedang melaksanakan pemenuhan kebutuhan para dokter PTT untuk bisa berkinerja secara maksimal.
Sebelumnya pemerintah pusat telah membuka pendaftaran untuk dokter yang diangkat menjadi PNS tanpa tes. Pengangkatan ini dibuka untuk 3000 formasi, tetap saja hanya berapa persen yang memenuhi syarat administrasi, sisanya banyak yang tidak lengkap terutama dalam kesanggupan untuk ditempatkan di wilayah terpencil. Selain itu, untuk menjadi dokter PNS di daerah terpencil harus siap untuk tidak berpindah ke daerah lain selama 5 tahun.
Kadis Kesehatan kabupaten Pohuwato menambahkan lagi bahwa saat ini pemda tidak mempermasalahan ketidak sanggupan para dokter PTT tersebut, yang terpenting saat ini mereka bisa menjalankan tugas sebagai dokter dengan baik. Masalah izin melanjutkan studi juga sangat didukung oleh pemerintah daerah. Ditambah pemerintah daerah akan memberikan insentif dan jasa pelayanan kesehatan yang jumlahnya kan lebih dari gaji atau intensif dokter PTT. Jika dokter PTT dipekerjakan dengan sistem kontrak, PNS tidak sama. (ASN CPNS / AN)
Wednesday, May 21, 2014
Kemendikbud Buka 7000 Formasi Dosen
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada penerimaan CPNS tahun ini akan merekrut sebanyak 7000 dosen untuk memenuhi kekurangan tenaga dosen di negeri ini. Jumlah tersebut hanya untuk formasi dosen dan belum termasuk formasi teknis atau guru lainnya di Kemendikbud.
Penerimaan formasi tenaga pendidik mulai dari tingkat guru TK sampai dengan Dosen menjadi perhatian serius pemerintah untuk menutupi kekurangan tenaga pengajar di Indonesia. Sampai dengan berita ini diturunkan penyebaran guru di Indonesia belumlah merata, hal ini berdasar grafik kelebihan dan kekurangan guru Indonesia.
Khusus untuk Guru, Indonesia masih sangat membutuhkan tenaga guru untuk tenaga guru SD dan tenaga guru SMP. Kekurangan guru SD berdasarkan data adalah terjadi di sekitar 418 kabupaten dan kota yang tersebar di 34 provinsi, sedangkan untuk guru SMP - kekurangannya tersebar di sekitar 353 kabupaten/kota yang mencakup 33 provinsi.
Khusus untuk formasi guru TK, kekurangan terjadi di sebagian sulawesi, Sumatera Utara, Aceh, Nusa Tenggara, Maluku Utara dan Papua. Kekurangan guru TK adalah tersebar di sekitar 10 kabuapaten di wilayah yang telah disebutkan.
Kekurangan formasi Guru untuk SMA tidak sebanyak kekurangan Guru SD dan guru SMP. Kekurangan guru SMA adalah tersebar di sebanyak 177 kabupaten/kota dan beberapa kabupaten di pulau Jawa adalah termasuk ke dalam kabuten yang banyak membutuhkan guru SMA.
Khusus untuk formasi guru, Kemendikbud menerapkan sistem rekrutmen yang ditambah dengan tes kompetensi bidang guru, Tes TKB Keguruan ini diberikan mulai dari rekrutmen CPNS pemerintah daerah sampai dengan penerimaan cpns tingkat pusat. Seleksi model seperti ini adalah ditujukan untuk mendapatkan pendidik bangsa yang lebih berkualitas. Silakan lihat contoh lebih jelas dalam image gambar di bawah ini
Khusus untuk pelaksanaan tes tkb guru, kemendikbud telah memiliki infrastruktur sistem assisted computer test yang lebih memadai dan lebih lengkap dari kementerian lainnya, hal ini dikarenakan pihak Kemendikbud tengah terbiasa dalam melaksanakan Uji Kompetensi Guru atau lebih dikenal dengan uji sertifikasi guru kepada para guru di seluruh Indonesia.
Formasi tenaga pendidik setiap tahunnya memang selalu mendominasi di setiap kabupaten ataupun pemerintah pusat, hal ini dilakukan untuk menutupi kekurangan kekurangan tenaga pendidik di tiap daerah, terutama daerah terluar dan daerah terpencil yang tersebar di wilayah Indonesia.
Formasi CPNS tenaga pendidik selain akan diberikan kepada pelamar umum dan PPPK - sarjana yang mengikuti program Sarjana Mendidik Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM3T) pun akan menjadi prioritas menjadi Aparatur Sipil Negara dalam perekrutan.
Program SM3T adalah Program yang menempatkan Sarjana untuk menjadi tenaga pengajar di daerah terdepan, terluar dan tertinggal. Tidak jarang untuk mencapai satu lokasi, seorang guru harus menempuh jarak lebih dari 100 km tanpa transportasi. Ketahui mengenai program ini lebih jauh dari Pengalaman Suka Duka SM3T.
Program SM3T ini adalah merupakan salah satu program untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mulai digagas pihak Kemendikbud sejak tahun 2011.
Penerimaan formasi tenaga pendidik mulai dari tingkat guru TK sampai dengan Dosen menjadi perhatian serius pemerintah untuk menutupi kekurangan tenaga pengajar di Indonesia. Sampai dengan berita ini diturunkan penyebaran guru di Indonesia belumlah merata, hal ini berdasar grafik kelebihan dan kekurangan guru Indonesia.
Khusus untuk Guru, Indonesia masih sangat membutuhkan tenaga guru untuk tenaga guru SD dan tenaga guru SMP. Kekurangan guru SD berdasarkan data adalah terjadi di sekitar 418 kabupaten dan kota yang tersebar di 34 provinsi, sedangkan untuk guru SMP - kekurangannya tersebar di sekitar 353 kabupaten/kota yang mencakup 33 provinsi.
Khusus untuk formasi guru TK, kekurangan terjadi di sebagian sulawesi, Sumatera Utara, Aceh, Nusa Tenggara, Maluku Utara dan Papua. Kekurangan guru TK adalah tersebar di sekitar 10 kabuapaten di wilayah yang telah disebutkan.
Kekurangan formasi Guru untuk SMA tidak sebanyak kekurangan Guru SD dan guru SMP. Kekurangan guru SMA adalah tersebar di sebanyak 177 kabupaten/kota dan beberapa kabupaten di pulau Jawa adalah termasuk ke dalam kabuten yang banyak membutuhkan guru SMA.
Khusus untuk formasi guru, Kemendikbud menerapkan sistem rekrutmen yang ditambah dengan tes kompetensi bidang guru, Tes TKB Keguruan ini diberikan mulai dari rekrutmen CPNS pemerintah daerah sampai dengan penerimaan cpns tingkat pusat. Seleksi model seperti ini adalah ditujukan untuk mendapatkan pendidik bangsa yang lebih berkualitas. Silakan lihat contoh lebih jelas dalam image gambar di bawah ini
Khusus untuk pelaksanaan tes tkb guru, kemendikbud telah memiliki infrastruktur sistem assisted computer test yang lebih memadai dan lebih lengkap dari kementerian lainnya, hal ini dikarenakan pihak Kemendikbud tengah terbiasa dalam melaksanakan Uji Kompetensi Guru atau lebih dikenal dengan uji sertifikasi guru kepada para guru di seluruh Indonesia.
Formasi tenaga pendidik setiap tahunnya memang selalu mendominasi di setiap kabupaten ataupun pemerintah pusat, hal ini dilakukan untuk menutupi kekurangan kekurangan tenaga pendidik di tiap daerah, terutama daerah terluar dan daerah terpencil yang tersebar di wilayah Indonesia.
Formasi CPNS tenaga pendidik selain akan diberikan kepada pelamar umum dan PPPK - sarjana yang mengikuti program Sarjana Mendidik Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM3T) pun akan menjadi prioritas menjadi Aparatur Sipil Negara dalam perekrutan.
Program SM3T adalah Program yang menempatkan Sarjana untuk menjadi tenaga pengajar di daerah terdepan, terluar dan tertinggal. Tidak jarang untuk mencapai satu lokasi, seorang guru harus menempuh jarak lebih dari 100 km tanpa transportasi. Ketahui mengenai program ini lebih jauh dari Pengalaman Suka Duka SM3T.
Program SM3T ini adalah merupakan salah satu program untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mulai digagas pihak Kemendikbud sejak tahun 2011.
Suka Duka Program SM3T
Suka duka program SM3T Sarjana Mendidik Terdepan, Terluar dan Tertinggal pasti akan selalu dirasakan oleh setiap sarjana yang mengikuti program ini, bagaimana tidak - seorang sarjana harus rela mengajar di daerah terpencil, daerah bergunung berbukit tanpa ada transportasi tanpa ada jalan raya dan kadang tinggal tanpa ada penerangan.
Program ini banyak sekali manfaatnya untuk Indonesia, dan bagi seorang pengajar banyak sekali pahalanya - karena dengan tanpa pamrih mereka kadang harus melintasi sungai tanpa jembatan, jalan tanpa aspal dan memberikan ilmu kepada anak anak Indonesia yang membutuhkan...Guru...Jasamu Tiada Tara.
Berikut adalah cerita Rukin Firda yang sengaja kami ambil dari Jawa Pos National Network agar pembaca di seluruh Indonesia bisa mendapatkan gambaran bagaimana suka duka mengikuti program SM3T. Bagi anda yang akan mengirimkan cerita dan pengalaman anda mengikuti program SM3T, silakan kirimkan pengalaman anda ke alamat email (asncpns at gmail.com) beserta foto foto anda - dan biarlah pengabdian anda dikenang Indonesia. kami akan mempublikasikan suka duka anda di cpnson.blogspot.com
Rukin Finda - Wartawan Jawa Pos yang merasakan kehidupan sehari-hari 241 sarjana SM3T yang ditugaskan di pelosok Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) - (sumber: Jawa Pos)
==============================
==============================
Selain cerita diatas, anda juga bisa melihat video pengalaman SM3T Unnes di Kabupaten Ende Flores
Semoga dengan cerita dan video diatas, pemerintah lebih bisa lebih memahami, lebih merasakan pengorbanan seorang guru kepada Tanah Airnya demi untuk mencerdaskan Indonesia. Guru adalah sebenar benarnya Pahlawan Tanpa Tanda Jasa. Bagi mereka setetes keringat adalah seribu semangat..semangat untuk menjadikan Indonesia Lebih Baik.
Program ini banyak sekali manfaatnya untuk Indonesia, dan bagi seorang pengajar banyak sekali pahalanya - karena dengan tanpa pamrih mereka kadang harus melintasi sungai tanpa jembatan, jalan tanpa aspal dan memberikan ilmu kepada anak anak Indonesia yang membutuhkan...Guru...Jasamu Tiada Tara.
Berikut adalah cerita Rukin Firda yang sengaja kami ambil dari Jawa Pos National Network agar pembaca di seluruh Indonesia bisa mendapatkan gambaran bagaimana suka duka mengikuti program SM3T. Bagi anda yang akan mengirimkan cerita dan pengalaman anda mengikuti program SM3T, silakan kirimkan pengalaman anda ke alamat email (asncpns at gmail.com) beserta foto foto anda - dan biarlah pengabdian anda dikenang Indonesia. kami akan mempublikasikan suka duka anda di cpnson.blogspot.com
Rukin Finda - Wartawan Jawa Pos yang merasakan kehidupan sehari-hari 241 sarjana SM3T yang ditugaskan di pelosok Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) - (sumber: Jawa Pos)
==============================
SEBAGAI lurah -sebutan untuk koordinator- SM3T di Sumba Timur, Joko Warsito merasa wajib datang ke ibu kota Sumba Timur di Waingapu untuk menemui tim monev (monitoring dan evalusi). Selain melaporkan kegiatan rekan-rekannya peserta SM3T yang berjalan dua bulan, dia belanja beberapa barang yang dibutuhkan.
Untuk mencapai Waingapu, dia harus melakukan perjalanan sejauh 120 kilometer dengan kondisi alam yang penuh tantangan dan infrastruktur yang sangat minim. Jarak yang di Pulau Jawa hanya perlu waktu sekitar dua jam untuk menempuhnya, alumnus jurusan Pendidikan Ekonomi Unesa (Universitas Negeri Surabaya itu) menghabiskan waktu setengah hari. "Saya berangkat pukul 09.00. Sampai di sini (Waingapu) pukul 21.00," kata pemuda asal Lamongan, Jawa Timur, tersebut.
Perjalanannya diawali dengan berjalan kaki selama satu jam dari SMP Satap (Satu Atap) Uma Ndudu di Desa Mahanewa, Kecamatan Pinupahar, tempat dia ditugaskan. Dia harus turun gunung menuju Desa Ramuk, yang menjadi titik terakhir yang bisa dijangkau kendaraan umum.
Di Ramuk itulah Joko menunggu oto, kendaraan umum khas Sumba Timur. Kendaraan itu sejatinya adalah truk yang bak belakangnya disulap menjadi tempat duduk penumpang dan barang.
Dari warga Ramuk dia mendapat informasi bahwa oto tidak bisa masuk Ramuk. Penyebabnya, sungai meluap dan terjadi longsor di beberapa ruas jalan setelah hujan beberapa hari sebelumnya. Alternatif lain adalah dengan ojek sepeda motor. Namun, dalam kondisi jalan seperti itu, juga sangat sulit untuk menemukan pengojek di Ramuk.
Tidak ada pilihan lain baginya selain berjalan kaki menuju Desa Katikwa, yang menjadi titik terakhir yang bisa dicapai oto dengan kondisi hujan seperti saat itu. Bagi Joko, yang selama berkuliah aktif di menwa (resimen mahasiswa), tidak terlalu masalah jika harus berjalan satu setengah jam menuju Katikwa.
Tantangan dalam perjalanan itu adalah harus tiga kali menyeberang sungai. Sungai yang sama, namun karena berkelok-kelok, dia harus menyeberanginya lebih dari sekali.
Tantangan tambahannya, hujan telah membuat permukaan sungai yang pada hari-hari biasa hanya selutut, saat itu mencapai dadanya. "Saya harus kehilangan sepatu saya," katanya.
Saat bertemu para pejabat Sumba Timur dan tim monev yang dipimpin Rektor Unesa Prof Dr Muchlas Samani, Joko hanya bersandal jepit. Sandal itu pun akhirnya terbawa arus sungai saat menemani rombongan Muchlas mengunjungi sekolah, menempuh perjalanan yang sama dengan yang dia tempuh sebelumnya.
Perjalanan dari Katikwa menuju Waingapu memang lebih mudah. Joko sudah bisa menumpang oto dari desa itu. Tidak ada lagi sungai yang harus dilanggar "istilah warga setempat untuk menyeberang. Hanya dia harus melewati jalan dengan kondisi rusak dan menembus Taman Nasional Hutan Laewangi Manggawesti.
Tantangan saat mengendarai oto adalah kesabaran. Dengan sepeda motor atau mobil pribadi, perjalanan itu bisa ditempuh dalam waktu tiga sampai empat jam. Sementara itu, dengan oto bisa mencapai sembilan sampai sepuluh jam.
Perjalanan seperti itu harus dilakukan Joko atau sarjana lain yang mendapat tugas belanja ke Waingapu. Rute Ramuk"Katikwa"Waingapu adalah rute terdekat dan termudah. Jika rute tersebut tidak bisa ditempuh karena ada longsor atau sungai terlalu dalam dan tidak mungkin dilanggar, Joko atau yang lain harus menempuh jalur alternatif yang memutar dan lebih sulit.
Jalur tersebut adalah Ramuk-Okatana-Lea-Lunggi-Pinupahar-Waingapu. Selain lebih jauh, mereka harus delapan kali melanggar sungai.
Sedikit hiburan dalam perjalanan seperti itu adalah airnya yang sungguh jernih dan menggoda untuk mandi dan berendam. Biasanya, mereka mandi di "pelanggaran" terakhir. "Sekaligus menghilangkan debu dan peluh. Acara mandinya bisa satu jam," kata Joko.
Dengan kondisi seperti itu, bagaimana Joko mengoordinasikan rekan-rekannya yang tersebar di 21 kecamatan di Sumba Timur" Pertemuan langsung jelas sangat tidak efektif. Pilihannya adalah telepon. Karena tidak ada fixed telepon, telepon seluler menjadi pilihan.
Tantangannya adalah tidak mudah mendapatkan sinyal di wilayah dengan topografi seperti itu. "Kami harus naik ke bukit sinyal," kata Sutikno, sarjana pendidikan sejarah yang juga dari Lamongan.
Mbah Tik "panggilan Sutikno" ditempatkan di SMP Kahembi, Kecamatan Tabundung. Bukit sinyal itu berjarak sekitar satu jam perjalanan dengan sepeda motor dari SMP Kahembi, yang juga menjadi tempat tinggalnya.
Sebagian besar peserta SM3T memang tinggal di sekolah tempat mengajar dengan memanfaatkan aula atau perpustakaan. Di bukit sinyal itu Muchlas sempat ikut mencoba naik. Terbukti tepat di bawah pohon damar dia mendapatkan sinyal sampai tiga bar. "Bagus. Sempat terima tiga e-mail dan dua SMS," kata rektor yang suka berpetualang tersebut.
Yang bertugas di SMP Uma Ndudu lebih sulit. Untuk mendapatkan sinyal, mereka harus menuju gua sinyal di bukit yang berjarak satu jam berjalan kaki dari sekolah. Menuju gua sinyal, mereka harus mendaki bukit tersebut sekitar sepuluh menit. "Sampai di gua di puncak bukit, dia harus mengatur napas dahulu sekitar sepuluh menit baru kemudian menelepon," kata Nova Dipantoro, sarjana penjas (pendidikan jasmani) asal Ponorogo, Jawa Timur.
Sarjana yang ditugaskan di SMP Satap Okatana itu mendapatkan sinyal telepon seluler dengan cara unik. Ada beberapa titik di perpustakaan - yang menjadi tempat tinggal mereka" yang bisa mendapatkan sinyal. "Biasanya dekat jendela," kata Nurudin, sarjana pendidikan ekonomi asal Mojokerto, Jawa Timur.
Setelah mendapatkan titik-titik tersebut, mereka pun sepakat berada di sana untuk berkomunikasi lewat ponsel. Hari dan jamnya pun disepakati. "Biasanya dua hari sekali pas pukul 14.00," papar Joko.
Dengan kondisi seperti itu, mengeluh atau menyerahkah para sarjana tadi" Selama menemui mereka, tidak terlihat kesan seperti itu. Bahkan, sebaliknya, sudah ada 20 sarjana yang menyatakan siap kembali ke Sumba Timur setelah program tersebut berakhir.
Program SM3T berlangsung setahun sampai Desember mendatang. Setelah itu, mereka mendapatkan prioritas dan beasiswa PPG (pendidikan profesi guru) di Unesa. "Peminat umum harus antre dan menyesuaikan kuota," terang Muchlas.
Tidak ada keharusan bagi peserta SM3T untuk kembali ke Sumba Timur. Namun, 20 sarjana tadi sudah menegaskan tekad mereka. "Saya seperti terlahir kembali dan ingin kembali ke sini," kata Nizar S. Pratama, sarjana pendidikan fisika asal Bojonegoro, Jawa Timur. Saat ini Nizar ditugaskan di SMP I Tabundung.
Tekad serupa disampaikan Syaifullah, sarjana pendidikan biologi asal Mojokerto. Dia bahkan sudah menyampaikan tekadnya kepada orang tua, yang malah memberikan dukungan. "Insya Allah saya kembali ke sini," tegasnya.
Pak Lurah Joko termasuk dalam 20 sarjana yang menyatakan kesiapannya untuk kembali ke Sumba Timur demi mendidik anak-anak di sana. "Saya mantap kembali ke sini," kata sarjana yang pernah mengikuti program Pementasan Buta Aksara Suku Anak itu.
Kondisi topografis Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), melahirkan banyak sekolah terpencil. Bagi para sarjana SM3T, keterbatasan itu justru menjadi tantangan yang membulatkan tekad mereka untuk kembali ke sana setelah program itu selesai Desember mendatang.
RUKIN FIRDA, Sumba Timur
KOORDINATOR SM3T (Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Prof Dr Lutfiyah Nurlaera menerima SMS dari Riski Soegiarto, salah seorang sarjana peserta. Kurang lebih isinya seperti ini:
Ibu, saya Riski. Saya ditugaskan di SD Ramuk, Kecamatan Pinupahar. Ibu, tempat saya sangat jauh dari kecamatan. Saya harus berjalan melintasi bukit dan menembus hutan serta menyeberangi banyak sungai, jika saya akan ke kecamatan, dengan jarak tempuh lebih dari 5 jam. Makanya ketika ada supervisi tempo hari, saya tidak bisa menemui ibu di kecamatan. Ibu, sebenarnya saya sangat berat meninggalkan kepala sekolah, guru-guru, dan murid-murid saya di sini. Tapi, saya tidak yakin saya kuat tinggal di sini.
SMS itu datang ketika program SM3T baru berjalan sebulan. Riski merasa tidak yakin bisa kuat melanjutkan tugasnya di SD Ramuk. Selain karena lokasi sekolah yang terpencil, perempuan 23 tahun itu harus tinggal seorang diri di aula.
Sarjana PGSD asal Candi, Sidoarjo, Jawa Timur, itu tidak seberuntung rekan-rekannya yang bisa tinggal berkelompok 5-9 orang. Karena penempatan sarjana SM3T yang didasarkan pada kebutuhan, gadis berjilbab itu ditugaskan di SD Ramuk seorang diri.
Namanya yang mengesankan sebagai lelaki memang mengecoh pejabat di Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Sumba Timur. Andai mereka mengetahui Riski adalah perempuan, bisa jadi dia tidak akan ditugaskan sendiri seperti itu.
Anak tertua di antara dua bersaudara yang dilahirkan Desember 1988 itu memanfaatkan aula sekolah sebagai tempat tinggal. Sendirian, dia harus melewati malam tanpa aliran listrik dengan jendela yang hanya dipasangi kawat ram.
Mengetahui kondisi seperti itu, rekan-rekannya yang ditugaskan di SMP Uma Ndudu bergantian menemani Riski. SMP Uma Ndudu adalah sekolah terdekat dengan SD Ramuk yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki naik-turun bukit sekitar satu jam.
Lutfi "panggilan akrab Prof Lutfiyah" akhirnya bisa mengunjungi dan bertemu langsung dengan Riski di "mess"-nya, aula SD Ramuk. Begitu Riski membuka pintu aula dan melihat Lutfi, wajah imut namun tegar itu seakan tidak percaya dengan sosok yang berdiri di hadapannya.
Tubuh mungil itu pun langsung menghambur dan memeluk Lutfi. Meski terharu, keinginan agar dipindah seperti dalam SMS-nya tidak terlihat. Dia terlihat tegar dan kuat menjalani kesendiriannya dalam menjalankan tugas. Dia sempat berbisik kepada Lutfi. "Beri saya teman, Ibu. Saya membutuhkan teman," katanya.
Dia menambahkan, bukan kesepian yang membuat dirinya membutuhkan teman melainkan ada bisa membantunya merancang program-program bagi anak-anak didiknya.
Apa yang mengubah Riski yang tergambar dalam SMS-nya dengan keadaannya saat ini? "Antusiasme anak-anak dan keramahan masyarakat sekitar," ujarnya, lantas tersenyum.
Sebelum ada sarjana SM3T di sekolah Riski, siswa terkesan enggan ke sekolah. Selain keharusan membantu orang tua, sering mereka merasa sia-sia ke sekolah karena justru gurunya yang tidak hadir.
Kehadiran Riski membuat semangat anak-anak itu untuk belajar mendapat jawaban. Anak-anak terlihat sangat haus akan pengetahuan.
Di pagi hari, jika mereka belum mendapati Riski di ruang kelas, siswa mendatangi dia di "mess". Mereka bersama-sama memanggil nama Riski dengan sebutan "Ibu Guru" untuk segera keluar dan memberi mereka pelajaran. "Saya benar-benar trenyuh," tuturnya.
Para siswa itu juga rela berjalan kali berkilo-kilometer untuk sampai di sekolah. Banyak di antara mereka yang bertelanjang kaki, bersandal jepit, atau sepatu kebesaran. "Bekalnya adalah selembar buku dan sebatang pol bolpoin atau pensil," ungkap Riski.
Dorongan lain yang membuat Riski bisa bertahan dan melupakan kesendiriannya adalah respons masyarakat sekitar sekolah. Kenyataan bahwa antara dia dan masyarakat berbeda keyakinan tidak menjadi penghalang.
Riski menilai, masyarakat di Ramuk "secara umum di Sumba Timur" sangat toleran dan menghormati keyakinannya. Saat ada upacara adat yang dilengkapi dengan sajen hewan ternak, masyarakat di sana memberikan perlakuan berbeda pada masakan yang diberikan kepada Riski dan juga peserta SM3T lainnya.
"Ternaknya diberikan hidup-hidup dan meminta kami menyembelih dan memasak sendiri. Mereka tidak ingin ternak itu menjadi makanan yang haram dan najis berdasar keyakinan kami," tutur Sutikno, yang ditugaskan di SMP Kahembi, Kecamatan Tabundung. Kini dia mengaku sudah ahli menyembelih kambing atau lembu. "Cuma, kalau menyembelih kuda, saya belum berani," tambahnya.
Selain keramahan warga, penghormatan mereka terhadap guru menjadi pendorong para peserta SM3T untuk mantap menjalani tugas mereka. Bagi masyarakat Sumba Timur, guru disejajarkan dengan kalangan bangsawan.
Sutikno menuturkan bahwa dirinya dan rekan-rekan kerap diundang untuk mengikuti rapat dusun. Dia sering diminta untuk memberikan masukan guna pengembangan dusun tempat sekolah mereka berada.
Salah satu masukan Mbah Tik "panggilan akrab Sutikno" adalah menanam padi jenis cepat panen. "Saya sudah mendatangkan bibit padi itu dan sedang dalam perjalanan ke sini," katanya.
Secara umum, kekuatan yang menjadi pendorong para sarjana tersebut menjalani program SM3T dengan segala keterbatasan dan kesulitan adalah antusiasme warga dan anak-anak didik mereka. Camat Pinupahar Drs Andreas Marumata mengatakan bahwa telah terjadi lompatan besar di sekolah-sekolah di kecamatannya setelah datangnya para sarjana SM3T itu.
"Selama ini kami sangat kekurangan guru. Satu SD yang terdiri atas enam kelas (I?VI) hanya memiliki seorang guru," katanya.
Dengan kondisi tersebut, wajar jika anak-anak yang sebenarnya sangat haus akan pendidikan itu terkesan enggan ke sekolah. Mereka merasa sia-sia datang ke sekolah karena akan lebih banyak mengganggur gara-gara ketiadaan guru. "Sejak ada rekan-rekan SM3T, kehadiran siswa naik pesat," tutur Kepala SMP Negeri 1 Pinupahar Dominggus Tata Ewang SPd.
Situasi serupa juga terjadi di SMP Kahembi, Kecamatan Tabundung. Kepala SMP Kahembi Rambu Donga Ndima SPd menuturkan, kini sudah jarang jam kosong di sekolahnya. "Siswa memiliki lebih banyak waktu belajar. Kini mereka bahkan enggan beristirahat," kata kepala sekolah perempuan yang memiliki darah bangsawan tersebut.
Darah bangsawannya tidak membuat Rambu Donga rikuh dan canggung untuk bergabung dengan sarjana SM3T yang tinggal dengan memanfaatkan ruang di sekolah. Jika peserta SM3T tidur di ruang perpustakaan yang disekat, Rambu Donga memanfaatkan kamar mandi sekolah untuk tempat tidur.
Murid, guru, dan masyarakat Sumba bahkan sudah mengusulkan agar SM3T tidak sekadar menjadi program instan dan singkat. Mereka berharap, program tersebut bekelanjutan. "Setidaknya bisa diperpanjang 2-3 tahun," kata Camat Andreas.
==============================
Selain cerita diatas, anda juga bisa melihat video pengalaman SM3T Unnes di Kabupaten Ende Flores
Semoga dengan cerita dan video diatas, pemerintah lebih bisa lebih memahami, lebih merasakan pengorbanan seorang guru kepada Tanah Airnya demi untuk mencerdaskan Indonesia. Guru adalah sebenar benarnya Pahlawan Tanpa Tanda Jasa. Bagi mereka setetes keringat adalah seribu semangat..semangat untuk menjadikan Indonesia Lebih Baik.
Anggaran Belanja Pegawai Dikurangi
Anggaran belanja dinas dikurangi oleh pemerintah pusat. Kementerian/lembaga harus memangkas anggarannya untuk mencapai target pemghematan yaitu sebanyak 100 triliun. Anggaran yang dipangkas paling besar dari 86 kementerian/lembaga adalah Kementerian Pekerjaan Umum yaitu sekitar 22,746 triliun. Pemotongan anggaran menjadi rutinitas setiap tahun , hal ini dilakukan untuk mengurangi anggaran belanja pegawai yang berlebihan atau telah mencapai batas rata-rata.
Sesuai dengan Instruksi Presiden No 4 tahun 2014 yang ditandatangani oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 19 Mei 2014 menerangkan bahwa pemangkasan anggaran berlaku untuk belanja honorarium, perjalanan dinas, biaya rapat/konsinyering, iklan, pembanguanan gedung kantor, pengadaan kendaraan operasional, belanja bantuan sosial, sisa dana lelang atau swakelola, serta anggaran dari kegiatan yang belum terikat kontrak.
Dari sekian banyak K/L yang dipangkas anggarannya, Presiden menetapkan bahwa pemotongan tidak berlaku untuk anggaran pendidikan, anggaran yang bersumber dari pinjaman dan hibah, dan anggaran yang bersumber dari Penerimaan Negara Bukan Pajak Badan Layanan Umum (PNBP-BLU). Menurut kepada hal ini otomatis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tidak mengalami pemotongan anggaran.
Pemangkasan anggaran ini dilakukan secara mandiri oleh pihak Kementerian/Lembaga yang bersangkutan dengan melakukan identifikasi terhadap rencana kerja dan kesesuaian anggaran. Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) mengatakan bahwa pemotongan anggaran sudah dilakukan sejak beberapa tahun yang lalu, namun tahun ini merupakan pemotongan anggaran yang paling besar. Keputusan ini tidak hanya berlaku untuk instansi pusat, pemerintah daerah akan merasakan imbasnya juga, sehingga diperlukan relokasi dan pemangkasan pos yang dianggap tidak terlalu penting.
Dengan seperti ini pemerintah daerah bisa mengurangi anggaran perjalanan dinas karena setiap laporan tidak harus selalu mendatangi kantor pusat, Kemenpan dan BKN telah menyediakan sarana pelaporan yang menggunakan sistem elektronik, jika ada masalah tentang kepegawaian bisa langsung menyampaikannya.
Anggaran baru akan mulai di aktifkan setelah Kementerian/Lembaga memberikan usulan relokasi kepada Kementerian Keuangan untuk ditindaklanjuti paling lambat tujuh hari setelah Inpres ditandatangani.
Presiden dibantu oleh Kementerian Keuangan melakukan koordinasi dan pengawasan terhadap penghematan anggaran ini, serta mengesahkan revisi DIPA yang kemudian dilaporkan kepada Presiden. Dengan seperti ini, anggaran untuk kebutuhan Aparatur Sipil Negara akan berkurang namun tidak mengurangi untuk bisa memenuhi kesejahteraan pegawai lainnya. (ASN CPNS / AN)
Sesuai dengan Instruksi Presiden No 4 tahun 2014 yang ditandatangani oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 19 Mei 2014 menerangkan bahwa pemangkasan anggaran berlaku untuk belanja honorarium, perjalanan dinas, biaya rapat/konsinyering, iklan, pembanguanan gedung kantor, pengadaan kendaraan operasional, belanja bantuan sosial, sisa dana lelang atau swakelola, serta anggaran dari kegiatan yang belum terikat kontrak.
Dari sekian banyak K/L yang dipangkas anggarannya, Presiden menetapkan bahwa pemotongan tidak berlaku untuk anggaran pendidikan, anggaran yang bersumber dari pinjaman dan hibah, dan anggaran yang bersumber dari Penerimaan Negara Bukan Pajak Badan Layanan Umum (PNBP-BLU). Menurut kepada hal ini otomatis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tidak mengalami pemotongan anggaran.
Pemangkasan anggaran ini dilakukan secara mandiri oleh pihak Kementerian/Lembaga yang bersangkutan dengan melakukan identifikasi terhadap rencana kerja dan kesesuaian anggaran. Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) mengatakan bahwa pemotongan anggaran sudah dilakukan sejak beberapa tahun yang lalu, namun tahun ini merupakan pemotongan anggaran yang paling besar. Keputusan ini tidak hanya berlaku untuk instansi pusat, pemerintah daerah akan merasakan imbasnya juga, sehingga diperlukan relokasi dan pemangkasan pos yang dianggap tidak terlalu penting.
Dengan seperti ini pemerintah daerah bisa mengurangi anggaran perjalanan dinas karena setiap laporan tidak harus selalu mendatangi kantor pusat, Kemenpan dan BKN telah menyediakan sarana pelaporan yang menggunakan sistem elektronik, jika ada masalah tentang kepegawaian bisa langsung menyampaikannya.
Anggaran baru akan mulai di aktifkan setelah Kementerian/Lembaga memberikan usulan relokasi kepada Kementerian Keuangan untuk ditindaklanjuti paling lambat tujuh hari setelah Inpres ditandatangani.
Presiden dibantu oleh Kementerian Keuangan melakukan koordinasi dan pengawasan terhadap penghematan anggaran ini, serta mengesahkan revisi DIPA yang kemudian dilaporkan kepada Presiden. Dengan seperti ini, anggaran untuk kebutuhan Aparatur Sipil Negara akan berkurang namun tidak mengurangi untuk bisa memenuhi kesejahteraan pegawai lainnya. (ASN CPNS / AN)
Petunjuk Isian Pendaftaran CPNS 2014
Petunjuk Isian Pendaftaran CPNS 2014
Isi formulir pendaftaran dengan menggunakan software browser Mozilla Firefox untuk hasil yang optimal.
Informasi Data Pribadi
No. Induk Kependudukan : Isikan NIK atau No KTP atau Nomor Passport yang sesuai dengan identitas pendaftar
Nama : Isikan nama pendaftar sesuai dengan identitas (KTP/Passport)
Jenis Kelamin : Cukup jelas.
Tempat Lahir : Isikan tempat lahir sesuai dengan identitas pendaftar.
Tanggal Lahir : Pilih tahun yang sesuai, selanjutnya bulan dan tanggal dari kalender yang ada.
Alamat : Isikan alamat korespondensi surat menyurat, dan dilengkapi dengan kode pos yang jelas.
Nomor Telepon : No. telpon rumah atau mobile phone (handphone).
Asal Institusi Pendidikan : Isikan nama institusi pendidikan dengan lengkap, contoh : Universitas Indonesia, Institut Teknologi Sepuluh November dsb.
Akreditasi : Isikan dengan A atau B sesuai dengan Akreditasi Universitas/Perguruan Tinggi atau tanda (-) untuk Universitas/Perguruan Tinggi Negeri
No Ijazah : cukup jelas.
IPK : isikan IPK dengan cara menggunakan titik (.) decimal contoh 3.45
Informasi Lamaran
Instansi Pemerintah Kementerian/ Lembaga/ Daerah dan Instansi Lain (K/L/D/I) : ketik Instansi secara lengkap atau bagian dari nama instansi untuk menampilkan pilihan misal : Ketik KEPEG untuk menampilkan instansi Badan Kepegawaian Negara.
Pilih Lokasi kerja yang ada.
Pilih jabatan yang akan dilamar.
Pilih pendidikan yang sesuai dengan jabatan yang dilamar.
Selanjutnya Klik kirim pendaftaran jika sudah yakin dengan isian.
Mohon di share untuk tahap selanjutnya tanggal pendaftaran akan segera diumumkan.
Catatan!
Persiapkan diri Anda dengan soal-soal latihan CPNS berstandart nasional hanya di http://soal.cpnsonline.com
Honorer Kemendikbud Dinyatakan Lolos CPNS
Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) telah mengumumkan hasil seleski Calon Pegawai Negeri Sipil untuk kalangan honorer kategori dua (K2) di lima Kementerian dan Lembaga. Salah satunya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Berdasarkan informasi yang telah didapat dari Panselnas, pihaknya telah meluluskan dari 3.794 orang dari kalangan honorer K2 yang akan menjadi CPNS.
Hasil tes dari tiga puluh empat instansi, Kemendikbud tercatat sebagai instansi dengan jumlah terbesar bila dibandingkan dengan instansi lainya. Setelah itu disusul oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dengan kouta sebanyak 3.596 orang, kemudian di ikuti Badan Pertanahan Nasional sebanyak 1.236 orang. Jumlah yang telah disebutkan merupakan hasil penghitungan dari Panita Seleksi Nasional.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan merupakan kementerian yang mempunyai cakupan seleksi CPNS terbanyak dari seluruh wilayah Indonesia. Dengan demikian hasil seleksi para CPNS tersebut baru mendapatkan hasil Tes Kemampuan Dasar (TKD)dari Panselnas dalam urutan yang terakhir. Intansi ini menggelar tes kemampuan dasar dan tes kemampuan bidang di seratus tujuh puluh empat titik dengan rincian jumlah peserta sebanyak tiga puluh lima ribu orang untuk TKD, serta enam belas ribu orang untuk peserta yang mengikuti TKB (Tes Kemampuan Bidang). Dalam tes tersebut termasuk para dosen yang terdiri dari masing-masing universitas yang berdomisili di wilayah Indonesia.
Kepal Biro Hukum Komunikasi dan Informasi Kementerian Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi yakni Herman Suryatman mengungkapkan pendapat bahwa pengumuman CPNS di Kemendikbud termasuk pengumuman yang terakhir di putuskan hasilnya, karena jumlah peserta yang mengikuti seleksinya merupakan jumlah peserta yang paling banyak. Sehingga Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) harus lebih waspada dan berhati-hati supaya tidak ada honorer bodong yang di loloskan pada hasil pengumuman honorer K2 yang dinyatakan menjadi CPNS di tahun ini.
Keputusan Panselnas yang di mulai pada tanggal 10 Februari 2013, hingga sampai saat ini baru lima ratus lima instansi pemerintahan pusat serta daerah yang telah mengumumkan hasil tes tersebut. Instansi yang telah diumumkan tersebut terdiri dari tiga puluh empat Kementerian atau Lembaga, empat ratus tujuh puluh satu instansi pemerintah dalam tingkat provinsi serta pemerintahan kabupaten dan kota. Selain itu jumlah honorer yang dinyatakan lolos menjadi CPNS oleh Panitia Seleksi Nasional sebanyak 170.865 orang.
Hasil tes dari tiga puluh empat instansi, Kemendikbud tercatat sebagai instansi dengan jumlah terbesar bila dibandingkan dengan instansi lainya. Setelah itu disusul oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dengan kouta sebanyak 3.596 orang, kemudian di ikuti Badan Pertanahan Nasional sebanyak 1.236 orang. Jumlah yang telah disebutkan merupakan hasil penghitungan dari Panita Seleksi Nasional.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan merupakan kementerian yang mempunyai cakupan seleksi CPNS terbanyak dari seluruh wilayah Indonesia. Dengan demikian hasil seleksi para CPNS tersebut baru mendapatkan hasil Tes Kemampuan Dasar (TKD)dari Panselnas dalam urutan yang terakhir. Intansi ini menggelar tes kemampuan dasar dan tes kemampuan bidang di seratus tujuh puluh empat titik dengan rincian jumlah peserta sebanyak tiga puluh lima ribu orang untuk TKD, serta enam belas ribu orang untuk peserta yang mengikuti TKB (Tes Kemampuan Bidang). Dalam tes tersebut termasuk para dosen yang terdiri dari masing-masing universitas yang berdomisili di wilayah Indonesia.
Kepal Biro Hukum Komunikasi dan Informasi Kementerian Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi yakni Herman Suryatman mengungkapkan pendapat bahwa pengumuman CPNS di Kemendikbud termasuk pengumuman yang terakhir di putuskan hasilnya, karena jumlah peserta yang mengikuti seleksinya merupakan jumlah peserta yang paling banyak. Sehingga Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) harus lebih waspada dan berhati-hati supaya tidak ada honorer bodong yang di loloskan pada hasil pengumuman honorer K2 yang dinyatakan menjadi CPNS di tahun ini.
Keputusan Panselnas yang di mulai pada tanggal 10 Februari 2013, hingga sampai saat ini baru lima ratus lima instansi pemerintahan pusat serta daerah yang telah mengumumkan hasil tes tersebut. Instansi yang telah diumumkan tersebut terdiri dari tiga puluh empat Kementerian atau Lembaga, empat ratus tujuh puluh satu instansi pemerintah dalam tingkat provinsi serta pemerintahan kabupaten dan kota. Selain itu jumlah honorer yang dinyatakan lolos menjadi CPNS oleh Panitia Seleksi Nasional sebanyak 170.865 orang.
Subscribe to:
Posts (Atom)







