Formasi yang disediakan oleh pemerintah pusat untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja adalah sebanyak 25 ribu pegawai dari jatah formasi keseluruhan adalah 35 ribu PPPK. Seleksi Aparatur Sipil Negara tahun ini tentu menjadi hal yang sangat ditunggu oleh para pelamar umum ataupun honorer yang tidak mengikuti tes pada tahun 2013. Karena jumlah formasi yang disediakan oleh pemerintah sangat banyak yaitu 100 ribu pegawai yang terbagi menjadi 65 ribu untuk Pegawai Negeri Sipil dan 35 ribu untuk PPPK. Jika jumlah PPPK yang disediakan untuk daerah adalah 25 ribu, maka sisanya sebanyak 10 ribu adalah untuk daerah.
Namun sampai saat ini, pelaksanaan tes PPPK belum bisa ditentukan karena masih harus menunggu Rancangan Peraturan Pemerintah tentang PPPK selesai. Pemerintah tetap berusaha untuk segera menyelesaikan RPP tersebut dan melaksanakan tes PPPK secara bersamaan dengan tes CPNS. Namun secara umum, pelaksanaan tes PPPK akan sama dengan pelakasanaan tes CPNS yaitu dengan menggunakan sistem computer atau CAT. Dengan diberlakukannya sistem ini, pelamar yang terhitung sangat banyak akan disaring dengan cara yang efektif dan efisien, hasilnya pun bisa didapatkan dengan cepat.
Deputi Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Briokrasi, Setiawan Wangsaatmadja mengatakan, karena pengadaan CPNS dan PPPK sama, maka formasi pun akan ditetapkan oleh pemerintah pusat dalam hal ini adalah KemenPAN RB.
Meskipun baru akan dilaksanakan tahun ini, jabatan PPPK mendapat apresiasi yang sangat besar dari masyarakat dan pemerintah daerah. Instansi pusat dan daerah hampir semuanya mengajukan formasi CPNS dan PPPK. PPPK memang berbeda dengan PNS, namun PPPK menjadi adrenalin untuk pemerintah melaksanakan birokrasi reformasi di Indonesia dengan baik. Perbedaan PPPK dengan PNS adalah dalam hal usia, PPPK tidak terbatas usia sedangkan PNS terbatas sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan. Dalam masa kerja pun berbeda, jika Pegawai Negeri Sipil dibatas sampai usia pensiun, PPPK hanya dikontrak minimal selama 1 tahun oleh kementerian/lembaga terkait. Jika memiliki kinerja yang baik bisa diperpanjang lagi kontraknya dan sebaliknya.
Kendala RPP yang belum selesai tidak menyurutkan pemerintah untuk mengadakan tes PPPK pada bulan Agustus mendatang. Yang perlu dipersiapkan oleh pelamar saat ini adalah mental dari masing-masing pribadi. Pengadaan PPPK kapanpun akan selalu ditanggapi dengan siap jika materi, pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki telah maksimal. Jangan pernah terpengaruh dengan adanya ajakan lulus dengan membayar sejulmlah uang kepada pihak yang mencurigakan, karena pengadaan pegawai Aparatur Sipil Negara adalah untuk menghasilkan pegawai yang akan mengabdi kepada negara dan melayani masyarakat, bukan sekedar merekrut pegawai untuk kepentingan formasi saja.
Info Penerimaan CPNS | Info CPNS | Formasi CPNS | Jadwal CPNS | Kuota CPNS | Lowongan CPNS | Pendaftaran CPNS | Penerimaan CPNS | Pengumuman CPNS | Persyaratan CPNS | Seleksi CPNS | Simulasi CAT CPNS | Situs Pendaftaran CPNS | Soal CPNS | Tips Lulus CPNS
Monday, June 23, 2014
Sunday, June 22, 2014
Waspada Bujukan Calo CPNS 2014
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi telah menghimbau kepada masyarakat umum untuk menghindari praktek percaloan menjelang tes Calon Pegawai Negeri Sipil bulan depan. Kemen PAN-RB juga mengungkapkan bahwa tes CPNS untuk tahun ini dilaksanakan secara gratis tanpa ada pungutan biaya apapun.
“Calo CPNS ini biasanya bekerja sendiri dan murni penipuan, selain itu, modus lain dari calo CPNS tersebut adalah mengaku dirinya kenal dengan beberapa oknum instansi yang akan dilamar calon korban “, ungkap Kepala Biro Hukum Komunikasi, dan Informasi Publik Kemen PAN-RB, Herman Suryatman. Beliau juga menghimbau untuk lebih hati-hati jangan sampai terbujuk dengan iming-iming calo CPNS yang tidak jelas kebenarannya. Pihaknya melaksanakan tes CPNS secara transparan tidak ada istilah titip-titipan lagi, setelah itu dalam operasinya, calo CPNS tersebut memberikan rayuan kepada pelamar bisa meloloskan menjadi CPNS akan tetapi dengan syarat memberikan ongkos tertentu.
Calo CPNS bisa mematok ongkosnya mencapai seratus juta keatas, sedangkan untuk menjadi pegawai honorer, biaya nya kurang lebih dari seratus juta rupiah. Dengan demikian Herman kembali menegaskan “ tidak ada kesempatan bagi oknum pegawai instansi maupun pihak lain untuk melobi panita tes CPNS dengan tujuan supaya mendapatkan jatah”. Seleksi CPNS pada tahun ini akan dilaksanakna secara transparan, objektif, dan kompetitif serta terbebas dari Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN).
Beliau juga menambahkan penjelasanya bahwa tes CPNS saat ini menerapkan tes secara online, mulai dari proses pendaftaran yang dilakukan secara online, dan tes tulis yang biasanya dipakai sudah diganti dengan tes sistem Computer Assisted Test (CAT). Jika terdapat calo yang meminta sejumlah uang kepada korban yang telah lulus ujian, jangan sampai ditanggapi, sebab kelulusan tersebut murni dari kemampuan pribadi, bukan atas bantuan orang lain.
Untuk biaya adminstrasi atau biaya operasional lainnya, Herman menjelaskan bahwa segala biaya adminstrasi maupun operasional tes CPNS telah diakolasikan dalam APBN maupun APBD di masing-masing kabupaten dan provinsi. Beliau berharap pada saat ini masyarakat lebih fokus untuk mempersiapkan diri menjelang dibukanya pendaftaran tes CPNS baru. Rencana pendaftaran tersebut akan dibuka pekan ketiga bulan Juli. Selain itu untuk kouta yang disiapkan sejumlah enam puluhb lima ribu lowongan untuk CPNS dan tiga puluh lima ribu untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
“Calo CPNS ini biasanya bekerja sendiri dan murni penipuan, selain itu, modus lain dari calo CPNS tersebut adalah mengaku dirinya kenal dengan beberapa oknum instansi yang akan dilamar calon korban “, ungkap Kepala Biro Hukum Komunikasi, dan Informasi Publik Kemen PAN-RB, Herman Suryatman. Beliau juga menghimbau untuk lebih hati-hati jangan sampai terbujuk dengan iming-iming calo CPNS yang tidak jelas kebenarannya. Pihaknya melaksanakan tes CPNS secara transparan tidak ada istilah titip-titipan lagi, setelah itu dalam operasinya, calo CPNS tersebut memberikan rayuan kepada pelamar bisa meloloskan menjadi CPNS akan tetapi dengan syarat memberikan ongkos tertentu.
Calo CPNS bisa mematok ongkosnya mencapai seratus juta keatas, sedangkan untuk menjadi pegawai honorer, biaya nya kurang lebih dari seratus juta rupiah. Dengan demikian Herman kembali menegaskan “ tidak ada kesempatan bagi oknum pegawai instansi maupun pihak lain untuk melobi panita tes CPNS dengan tujuan supaya mendapatkan jatah”. Seleksi CPNS pada tahun ini akan dilaksanakna secara transparan, objektif, dan kompetitif serta terbebas dari Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN).
Beliau juga menambahkan penjelasanya bahwa tes CPNS saat ini menerapkan tes secara online, mulai dari proses pendaftaran yang dilakukan secara online, dan tes tulis yang biasanya dipakai sudah diganti dengan tes sistem Computer Assisted Test (CAT). Jika terdapat calo yang meminta sejumlah uang kepada korban yang telah lulus ujian, jangan sampai ditanggapi, sebab kelulusan tersebut murni dari kemampuan pribadi, bukan atas bantuan orang lain.
Untuk biaya adminstrasi atau biaya operasional lainnya, Herman menjelaskan bahwa segala biaya adminstrasi maupun operasional tes CPNS telah diakolasikan dalam APBN maupun APBD di masing-masing kabupaten dan provinsi. Beliau berharap pada saat ini masyarakat lebih fokus untuk mempersiapkan diri menjelang dibukanya pendaftaran tes CPNS baru. Rencana pendaftaran tersebut akan dibuka pekan ketiga bulan Juli. Selain itu untuk kouta yang disiapkan sejumlah enam puluhb lima ribu lowongan untuk CPNS dan tiga puluh lima ribu untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Jadi CPNS Belum Tentu Dapat Tunjangan Profesi
Menjadi CPNS, guru honorer belum tentu akan mendapatkan tunjangan profesi seperti yang telah ditentukan. Guru honorer yang dinyatakan lulus pada seleksi tahun 2013 adalah sekitar 180 ribu yang tersebar di seluruh Indonesia. Jumlah yang sangat banyak dan memungkinkan tidak semua guru mendapat tunjangan profesi. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk bisa mendapatkan tunjangan ini, yaitu diantaranya dengan lulus sertifikasi seperti yang tercantum dalam UU No 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. Dalam peraturan ini dijelaskan bahwa guru dan dosen akan diberikan sertifikat jika telah memenuhi standar pendidikan yang telah ditetapkan yaitu sudah sarjana atau diploma 4 (D4).
Dari jumlah guru honorer yang lulus terhitung sekitar 20-23 persen yang belum sertifikasi, hasil ini didata pada tahun 2010 saat mengajukan untuk mengikuti tes CPNS 2013. Setelah pendataan tersebut, banyak guru honorer yang melanjutkan pendidikannya lagi, hal ini diungkapkan oleh Sekjend Presidium Forum Honorer Indonesia (FHI) Pusat Eko Imam Suryanto, S.Psy.
Azwar Abubakar pernah mengatakan bahwa jumlah guru honorer yang mengikuti tes CPNS 2013 rata-rata berpendidikan SMA dan D3. Namun Eko menampik keterangan tersebut karena data tersebut diambil pada tahun 2010. Dengan seperti itu, Azwar tidak akan mengangkat guru honorer asli menjadi CPNS secara keseluruhan dengan alasan tingkat kompetensi para guru masih rendah.
Menurut Eko, sebaiknya pemerintah menangani masalah ini dengan serius dan memerhatikan kondisi di lapangan secara nyata. Di daerah terpencil masih ditemui guru yang sudah tua dan bekerja selama berpuluh-puluh tahun dan pantas untuk diangkat menjadi CPNS. Seperti halnya didaerah Alor, NTT, pengajar yang ada hanya sebanyak dua orang, keduanya dibagi tugas dan salah satu diantaranya sebagai kepala sekolah.
Sertifikasi guru atau dosen adalah hal yang sangat diperlukan dalam pelakasanaan tugas sebagai pengajar. Karena dengan tingkat pendidikan yang tinggi mampu memberikan pegetahuan yang telah didapatkan kepada anak didik dan telah memenuhi standar yang telah ditentukan. Eko menambahkan dengan kompetensi yang tinggi mampu memberikan kesejahteraan yang tinggi pula yaitu dengan mendapatkannya tunjangan profesi. Sehingga guru honorer yang telah berusia lanjut dianjurkan untuk segera melanjutkan pendidikannya lagi yaitu dengan mengambil S1.
Sertifikat yang dimaksud adalah telah tertuang dalam UU guru dan dosen Pasal 10, selain itu dalam pasal 8 juga menyebutkan bahwa guru dan dosen yang mendapatkan sertifikat adalah yang telah memenuhi syarat. Syarat tersebut adalah guru dan dosen telah lulus sarjana atau D4 yang juga dijelaskan dalam pasal 9. Ketentuan tersebut sudah menjadi patokan untuk pengadaan CPNS, begitupun dengan pengadaan CPNS tahun 2014. Dengan mengikutinya sertifikasi dan mendapat sertifikat, guru dan dosen akan mendapatkan tunjangan profesi yang besarnya sama dengan satu kali gaji.
Dari jumlah guru honorer yang lulus terhitung sekitar 20-23 persen yang belum sertifikasi, hasil ini didata pada tahun 2010 saat mengajukan untuk mengikuti tes CPNS 2013. Setelah pendataan tersebut, banyak guru honorer yang melanjutkan pendidikannya lagi, hal ini diungkapkan oleh Sekjend Presidium Forum Honorer Indonesia (FHI) Pusat Eko Imam Suryanto, S.Psy.
Azwar Abubakar pernah mengatakan bahwa jumlah guru honorer yang mengikuti tes CPNS 2013 rata-rata berpendidikan SMA dan D3. Namun Eko menampik keterangan tersebut karena data tersebut diambil pada tahun 2010. Dengan seperti itu, Azwar tidak akan mengangkat guru honorer asli menjadi CPNS secara keseluruhan dengan alasan tingkat kompetensi para guru masih rendah.
Menurut Eko, sebaiknya pemerintah menangani masalah ini dengan serius dan memerhatikan kondisi di lapangan secara nyata. Di daerah terpencil masih ditemui guru yang sudah tua dan bekerja selama berpuluh-puluh tahun dan pantas untuk diangkat menjadi CPNS. Seperti halnya didaerah Alor, NTT, pengajar yang ada hanya sebanyak dua orang, keduanya dibagi tugas dan salah satu diantaranya sebagai kepala sekolah.
Sertifikasi guru atau dosen adalah hal yang sangat diperlukan dalam pelakasanaan tugas sebagai pengajar. Karena dengan tingkat pendidikan yang tinggi mampu memberikan pegetahuan yang telah didapatkan kepada anak didik dan telah memenuhi standar yang telah ditentukan. Eko menambahkan dengan kompetensi yang tinggi mampu memberikan kesejahteraan yang tinggi pula yaitu dengan mendapatkannya tunjangan profesi. Sehingga guru honorer yang telah berusia lanjut dianjurkan untuk segera melanjutkan pendidikannya lagi yaitu dengan mengambil S1.
Sertifikat yang dimaksud adalah telah tertuang dalam UU guru dan dosen Pasal 10, selain itu dalam pasal 8 juga menyebutkan bahwa guru dan dosen yang mendapatkan sertifikat adalah yang telah memenuhi syarat. Syarat tersebut adalah guru dan dosen telah lulus sarjana atau D4 yang juga dijelaskan dalam pasal 9. Ketentuan tersebut sudah menjadi patokan untuk pengadaan CPNS, begitupun dengan pengadaan CPNS tahun 2014. Dengan mengikutinya sertifikasi dan mendapat sertifikat, guru dan dosen akan mendapatkan tunjangan profesi yang besarnya sama dengan satu kali gaji.
Pengertian Computer Assisted Test (CAT) Kompetensi Dasar CPNS
cpnson.blogspot.com - Menurut Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang dimaksut dengan pengertian Computer Assisted Test (CAT) adalah suatu metoda seleksi dengan alat bantu komputer yang digunakan untuk mendaptkan standart minimal kompetensi dasar bagi pelamar CPNS. Standart kompetensi dasar pelamar CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil ) diperlukan untuk mewujudkan profesionalisme PNS (Pegawai Negeri Sipil) dan CAT dipercaya bisa menjamin standar kompetensi dasar CPNS dalam TKD (Tes Kompetensi Dasar)
Dengan sisteS komputer, peserta langsung mengerjakan soal ujiannya dilayar monitor komputer. Pengoperasiannya cukup mudah dan waktu yang tersisa dalam penegerjaan sudah terpampang jelas dimonitor. Soal dengan bentuk pilihan ganda membuaT kita cukup menggunakan mouse untuk mengklik pilihan yang benar.
Soal TKD CAT CPNS dibuat oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) dengan 3 jenis bidang pengujian yaitu Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP).
Untuk ujian TKD berbasis komputer atau yang lebih serin disebut Computer Asisted Test waktunya adalah 90 menit.
Sedangkan kisi-kisi materi Tes Kompetensi Bidang (TKB) disusun dan ditetapkan masing-masing instansi pembina jabatan fungsional.
Bagi Anda yang belum pernah melihat maupun menggunakan SISTEM CAT CPNS silahkan simulasikan sistem CAT disini
Saturday, June 21, 2014
Butuh Guru Honorer K2 Berkualitas dan Berkompetensi Jadi CPNS 2014
cpnson.blogspot.com - Tahun 2014 ini pemerintah akan memperhatikan betul proses penerimaan dan pengangkatan tenaga honorer K2 dan akan lebih hati-hati. Pasalnya Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB), Azwar Abubakar tidak mau asal-asalan mengangkat seluruh guru honorer kategori dua (K2) menjadi CPNS.
Alasan Azwar Abubakar adalah fakta menunjukkan bahwa sebagian besar guru honorer K2 kompetensinya rendah dan tidak lulus tes yang dilakukan pada 2013. Dikatakan jika kompetensi guru rendah, maka dampaknya akan dirasakan para siswanya.
“Bagaimana bisa saya pertanggungjawabkan kepada anak-anak murid kita kalau yang mengajar mereka adalah guru dengan kualitas rendah, bagaimana mutu pendidikan kita bisa meningkat kalau tidak ditopang dengan mutu tenaga pendidik juga” tegas Azwar Abubakar di Jakarta, Rabu (18/6/14).
Azwar Abubakar menambahkan jika pemerintah sudah cukup kompromi dengan guru honorer K2. Jika pelamar umum passing grade kelulusannya minimal 50, untuk guru honorer diturunkan hingga 30. Dengan catatan pemda wajib menambah pendidikan dan keahlian tenaga gurunya.
“Kalau yang nilainya 10 minta diangkat juga, apakah tidak anjlok bener. Nilai 10 artinya IQ-nya juga 10. Betapa berdosanya saya bila mengangkat guru honorer yang kompetensinya rendah, terbayang tidak, apa jadinya kualitas anak-anak kita kalau guru yang mengajar dia ber-IQ rendah” tambahnya seperti yang dilansir JPNN.
Dilain pihak Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Eko Sutrisno mengunkapkan pemerintah tidak berani mengangkat calon guru yang tidak lulus tes. Pasalnya UU Guru mengatur tentang standar kompetensi tenaga pendidik.
“Ini kita kembalikan kembali kepada Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) karena domainnya guru. Apakah bisa mengangkat guru yang tidak sesuai kompetensinya?” ungkapnya.
BKN, lanjut Eko sedang menyelesaikan pemberkasan NIP honorer K2 yang sudah clear. Jika guru honorer mendesak untuk diangkat CPNS, sebaiknya menunggu proses pemberkasan selesai. Lantas bagaimanakah kelanjutan nasib guru honorer K2? Patut ditunggu perkembangannya.
Sebagai informasi tambahan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) jalur umum dan honorer K2 akan digelar bulan Agustus sedangakan untuk pendaftaran CPNS akan dibuka minggu ketiga Juli dan seleksi tersebut akan dilaksanakan dengan sistem computer Computer Assisted Test (CAT) secara keseluruhan baik puat maupun daerah.
Formasi Penyuluh Pertanian CPNS 2014 Pemerintah Memberikan Kuota 5000
cpnson.blogspot.com- Seperti diberitakan sebelumnya seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) akan dilaksanakan bulan Agustus hingga Oktober mendatang. Namun untuk pendaftaran sudah akan dimulai pada minggu ke-3 Juli mendatang. Beberapa formasi yang banyak menyerap kuota CPNS 2014 diantaranya adalah formasi tenaga pendidikan (guru dan dosen), kesehatan (dokter, perawat, dan bidan) dan formasi penyuluh pertanian.
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) memberikan kuota lima ribu formasi untuk jabatan penyuluh pertanian, lewat jalur pelamar umum yang ingin menjadi CPNS.
Dengan demikian tenaga harian lepas (THL) dan tenaga bantu penyuluh (TBP) yang jumlahnya mencapai 23.771 orang tidak otomatis menjadi CPNS. Bagi yang usianya di bawah 35 tahun, bia ikut tes jalur umum. Yang lebih tua, bisa mendaftar sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
“Tahun ini, ada lima ribu formasi CPNS untuk penyuluh yang kita siapkan. Bagi THL-TBP yang usianya di bawah 35 tahun bisa memungkinkan ikut lewat jalur umum saja karena penyuluh kita prioritaskan,” ungkap Deputi SDM KemenPAN-RB Setiawan Wangsaatmadja dalam rapat dengar pendapat Komisi IV DPR RI di Gedung Senayan, Kamis (19/6).
Khusus untuk PPPK, lanjutnya, proses seleksinya belum bisa dilakukan karena masih harus menunggu ditetapkannya Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) menjadi PP tentang PPPK.
Kepala Badan Penyuluhan Pengembangan SDM Pertanian (PPSDMP) Kementan Winny Dian Wibawa, mengungkapkan, total penyuluh 23.771 orang. Yang akan diangkat tahun ini lewat jalur PPPK adalah 10 ribu orang.
“Karena penyuluh kita kebanyakan di daerah, maka formasi PPPK kita ambil dari daerah. Nantinya Kementan akan meminta daerah untuk mengajukan usulan formasi PPPK bagi penyuluh,” terangnya.
Sebagai informasi tambahan seleksi CPNS tahun 2014 ini akan banyak menyerap 5000 kursi (5%) dari total kursi CPNS yang tersedia untuk sarjana lintas jurusan/ilmu. Siapa saja dari jurusan mana saja bisa melamar ke formasi bukan jurusan/ilmunya.
Seleksi CPNS 2014 Tidak Dipungut Biaya (Garatis) Dan Bebas KKN
cpnson.blogspot.com - Di tahun 2014 ini diharapkan kepada seluruh peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) agar tetap berhati-hati keada mafia CPNS. Laporan kembali beredarnya mafia CPNS dalam menyambut tes akbar CPNS ini ternyata telah masuk ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).
“Ini sudah ada beberapa daerah yang melaporkan. Bahkan dari masyarakat ada yang menanyakan apakah benar peserta seleksi CPNS dimintakan sejumlah dana,” kata MenPAN-RB Azwar Abubakar di Jakarta, Jumat (20/6).
Dia menegaskan, sejak 2012 seleksi CPNS tidak ada titip-titipan calon lagi, no money, dan bebas KKN. “Jangan mau kasi uang, karena seleksi sekarang sudah murni. Calo itu biasanya minta uang ke calon yang sebenarnya lulus murni, tapi karena sudah terlanjur minta tolong jadinya merasa kelulusannya karena dibantu calo,” bebernya.
Ditambahkan Karo Hukum, Komunikasi Informasi Publik (KIP) KemenPAN-RB Herman Suryatman, di masyarakat masih ada persepsi menjadi CPNS harus nyogok. Padahal seleksi CPNS 2014 tidak dipungut biaya sepeserpun (gratis) dan bebas KKN karena Menggunakan sistim computer assisted test (CAT).
“Modalnya sekarang cukup pinter saja. Semuanya serba elektronik mulai pendaftaran sampai tes pakai komputer semua. Jadi jangan percaya calo dan jangan minta tolong ke pejabat atau anggota dewan hanya untuk lulus tes CPNS,” pungkasnya.(sumber: jpnn.com)
Subscribe to:
Posts (Atom)






