Friday, May 22, 2015

Sarjana Berebut Kursi CPNS, Pengangguran Makin Menumpuk!

CPNS
cpnson.blogspot.com - Pegawai Negeri Sipil (PNS) masih menjadi profesi primadona di Indonesia. Ini dibuktikan dengan diburunya kursi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) oleh 11.350 sarjana jobless di Sulawesi Utara yang bergelar strata satu (S1). Jumlah ini akan terus bertambah karena beberapa universitas di Sulawesi Utara seperti Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) dan Universitas Negeri Manado (Unima) beberapa bulan lalu sudah meluluskan sejumlah mahasiswanya.

Dengan terbatasnya kuota CPNS yang terbatas, maka lulusan sarjana (S1) dan diploma (D2 dan D3) ini akan bersaing ketat. Banyaknya peminat ini karena menjadi PNS bisa menjamin hidup hingga akhir hayat. “Hidup terjamin kalau sudah jadi CPNS. Selain gajinya lumayan, kita juga dapat jaminan seumur hidup,” ungkap Steven.

Angka ini akan bertambah karena setiap tahun universitas-universitas di Sulut mencetak 2000 lebih sarjana. Misalnya Unima, setiap tahun melahirkan sekira 2.400 sarjana. Begitupun dengan Unsrat yang hampir 2.000 sarjana tiap tahun.

Dosen Fakultas Hukum (FH) Unsrat Flora Kalalo menyatakan bahwa, setiap tahun Unsrat melahirkan sekira 300-an sarjana hukum namun yang diterima di Kejaksaan Tinggi (Kejati) hanya dua sarjana. Menurutnya agar tidak menganggur, fakultasnya meminta agar ada kerjasama khususnya antara Pengadilan Tinggi (PT) dengan institusi pendidikan.

Keadaan ini akan semakin parah jika disetiap daerah para sarjana ini hanya berebutan jatah kursi CPNS yang terbatas. Jumlah mereka akan semakin menumpuk, karena jumlah kuota tiap tahunnya tidak akan cukup menampung mereka semua.

Di Provinsi Sulawesi Utara sendiri yang mengirimkan usulan formasi CPNS baru empat daerah yaitu Kotamobagu, Minahasa Selatan (Mnahasa Selatan), Bolaang Mongondow Selatan (Bonsel), dan Bolaang Mongondow Timur (Boltim).Sementara itu daerah lainnya masih berkutat dengan Analisa Jabatan (ANJAB) dan Analisa Beban Kerja.

Pemerintah tahun ini telah mengusulkan sebanyak 134 ribu formasi CPNS 2015 termasuk 30 ribu formasi untuk honorer. Kami rekomendasikan untuk mempelajari Paket LKIT 2015 bagi anda yang akan mengikuti tes CPNS 2015 sebagai mater pembelajaran terbaik.

MenPAN-RB Yuddy Chrisnandi mengaku masih ada beberapa kendala dalam pelaksanaan tes CPNS dengan menggunakan sistem‎ CAT.

Sahabat pembaca Pengumuman CPNS 2015, sudah tahukah anda bahwa Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Yuddy Chrisnandi mengaku masih ada beberapa kendala dalam pelaksanaan tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) dengan menggunakan sistem‎ Computer Assisted Test‎ (CAT).

Adapun kendala utama adalah belum adanya koneksi internet di beberapa daerah terpencil di Indonesia. Sehingga mengakibatkan masyarakat terpencil tersebut jika ingin mengikuti tes CPNS harus pergi ke daerah lain.

Untuk mengatasi hal itu, Yuddy mengaku akan meminta bantuan kepada Menteri Komunikasi dan Informatika agar dapat memfasilitasi koneksi jaringan internet tersebut.


Dikatakannya meski mayoritas daerah di Indonesia dalam penyelenggaraan tes CPNS sudah menggunakan sistem CAT, namun Yuddy mengakui hal itu terlalu dipaksakan. Sehingga belum dapat berjalan maksimal.

Yuddy mentargetkan pada tahun 2017 seluruh daerah sudah dapat terfasilitasi internet sehingga semua seleksi dapat melalui sistem CAT tanpa terkecuali. Saat ini dikatakan Yuddy, masih sekitar 70 persen daerah di Indonesia yang mampu menyelenggarakan tes CPNS dengan sistem CAT tersebut.


Berita ini bersumber dari Liputan6

Perekrutan calon PNS hanya untuk 4 sektor

Sahabat pembaca Pengumuman CPNS 2015, sudah tahukah anda bahwa Pemerintah menerapkan moratorium atau penghentian sementara untuk lowongan calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2015, yang bertujuan agar jumlah PNS tidak semakin bertambah dari saat ini sekitar 4,5 Juta PNS.

Menurut Menteri Pendayagunaan Aparatur Negera dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Yudi Chrisnandi ketika ditemui di rumah dinasnya di Widya Chandra, Jakarta, Jum’at (22/05/2015 mengatakan bahwa inti dari moratorium adalah jangan menambah pegawai, jangan memperbesar organisasi dan melakukan pengurangan struktur organisasi.

Namun ada pengecualian untuk 4 sektor yang memungkinkan masih dibukanya perekrutan calon PNS di tahun ini, seperti tenaga pendidikan, kesehatan, penegak hukum dan jabatan fungsional khusus seperti ahli planologi.

Perekrutan akan dilakukan secara ketat yaitu setiap daerah harus terlebih dahulu mengajukan desain kepegawaian ke kementeriannya dan dari proses tersebut pihak Kementerian PAN RB akan menilai apakah layak atau tidak dilakukan penambahan jumlah PNS tersebut.

Yudi juga menambahkan bahwa setiap daerah harus mengajukan design kepegawaian, dari mana sumber rekrutnya, misalnya dari tenaga honorer, pelamar umum, baru kemudia n diseleksi dan diawasi panselnas(Panitia Seleksi Nasional).

Berita ini bersumber dari Aktual Post

Thursday, May 21, 2015

Pemerintah menetapkan kebijakan berupa Sistem Computer Assisted Test (CAT) sebagai media tes penerimaan CPNS

Sahabat pembaca Info CPNS 2015, sudah tahukah anda bahwa Pemerintah menetapkan kebijakan baru dalam proses perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2015. Kebijakan tersebut berupa Sistem Computer Assisted Test (CAT) sebagai media tes penerimaan CPNS.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Yudi Chrisnandi, mengatakan sistem tersebut diterapkan untuk menghindari calo CPNS yang selama ini meresahkan.

Kendati demikian, Yudi mengakui ada beberapa daerah yang belum memiliki koneksi internet dengan baik untuk menerapkan sistem tersebut. Oleh karena itu, pemerintah menyiapkan diskresi atau kebijakan khusus bagi CPNS di wilayah yang tidak memiliki akses internet.

Berita ini bersumber dari Okezone

Tetap, Komisi II Desak Pemerintah Angkat Honorer Tanpa Tes

Honorer
cpnson.blogspot.com - Untuk mengatasi masalah Honorer Kategori 2 (K2) yang selama ini belum terselesaikan, Panitia Kerja (Panja) Komisi II DPR meminta pemerintah untuk menyeleksinya secara administrasi saja tanpa perlu mengikuti tes seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dengan menggunakan Computer Asissted Test (CAT). "Dalam rapat dengar pendapat memang kita inginkan cukup dilaksanakan seleksi administrasi. Ini nanti yang akan kita bawa ke dalam rapat panja. Kita usulkan ini," ujar salah satu Anggota Panja Bambang Riyanto, Rabu 20 Mei 2015.

Menurutnya seleksi hanya administrasi ini untuk meminimalisir honorer bodong yang dinilai sudah meresahkan. Hal ini juga masih sangat riskan untuk di manipulasi karena tes CPNS honorer ini harus diisi dengan honorer K2 yang asli. "Hal ini sangat rentan dimanipulasi ataupun disalahgunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Harusnya diisi oleh honorer K2 yang asli," tambah dia.

Bambang mengatakan pengabdian para honorer harus dihargai. Apalagi banyak honorer yang mengabdi di daerah terpencil. Dia juga menambahkan bahwa honorer yang sudah mengabdi puluhan tahun ini tidak mungkin tidak memiliki kompetensi untuk menunjangnya dalam bekerja mengingat masa pengabdiannya sudah tahunan bahkan puluhan tahun. "Kalaupun memang dinilai masih kurang, bisa diberi pelatihan misalnya untuk pendidikan, kesehatan dan pegawai teknis jika dinilai ketinggalan jaman bisa mereka diberi pelatihan," tuturnya.

Sementara itu sebelumnya pemerintah menyiapkan 2 opsi dalam penyelesaian K2 ini. Pertama, dengan melakukukan tes CAT CPNS dan yang kedua tanpa melakukan tes CAT CPNS. Tapi tetap kedua opsi ini dilakukan proses verifikasi dan validasi (verval) sudah diajukan setiap instansi disertai surat pernyataan tanggung jawab mutlak (SPTJM) tapi belum diverifikasi dan dianalisa oleh KemenPAN-RB.

Deputi SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Setiawan Wangsaatmaja, menjelaskan bahwa pengangkatan honorer tanpa tes ini bisa saja terjadi, karena honorer merupakan produk kebijakan politik. "Kalau DPR mendesak, apa boleh pemerintah siap melaksanakan opsi pengangkatan tanpa tes. Tes yang diberlakukan hanya tes administrasi saja," ungkapnya.

Sebelumnya, pemerintah didesak Komisi II DPR untuk melakukan seleksi administrasi saja untuk para honorer ini. Tapi tetap MenPAN-RB memberikan kuota honorer K2 yang akan diangkat hanya 30 ribu karena mengisi formasi kosong.

Menpan: KemenPAN-RB adalah Lokomotif Perubahan!

MenpanRB
cpnson.blogspot.com - Dalam upara peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang di selenggarakan di lapangan kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Rabu (20/05), Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB), Yuddy Chrisnandi didaulat menjadi inspektur upacara.

Dalam pidatonya tersebut, Menpan-RB menyatakan bahwa “Kementerian PANRB sebagai lokomotif perubahan, lokomotif reformasi birokrasi dan lokomotif penanaman revolusi mental. Oleh karena itu, tingkatkan disiplin dan profesional serta tingkatkan integritas. Bekerja dengan penuh pengabdian bagi pememerintah, bangsa, negara, dan seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.

KemenPAN-RB yang diberikan mandat untuk memimpin perubahan, harus menjadi pionir dalam perubahan tersebut. Oleh karena itu, Yuddy Chrisnandi menegaskan agar Aparatur Sipil Negara  (ASN)di lingkungan KemenPAN-RB dihimbau untuk meningkatkan kedisiplinan dan profesionalitasnya dalam bekerja. Karena ASN KemenPan-RB menjadi acuan bagi ASN di instansi lain maupun daerah.

Yuddy juga menyampaikan bahwa revolusi mental yang saat ini sedang digalakan oleh pemerintah terutama Presiden Jokowi khususnya dalam bidang ASN adalah untuk mengembalikan fokus pengabdian ASN yang sebenar-benarnya untuk kepentingan bangsa, negara dan masyarakat agar berbagai program pembangunan nasional akan dapat dilaksanakan tanpa hambatan.

Beliau juga menyinggung tentang alur proses koordinasi serta komunikasi sosial dan politik yang baik, melalui birokrasi yang bereperan sebagai jembatan yang bisa menjembatani komunikasi pimpinan tingkat pusat sampai ke rakyat. Dan birokrasi sebagai jembatan komunikasi ini juga membuka kesempatan ruang dialog dan aspirasi secara terbuka.

“Tugas birokrasi menangkap pesan rakyat, merespon keinginan rakyat dan selalu berada di tengah masyarakat. Birokrat yang berintegritas yang memiliki kapasitas dan berkualitas akan menentukan proses keberhasilan,” tutupnya

Wednesday, May 20, 2015

Putra Daerah Papua Barat Minta Diangkat CPNS

CPNS
cpnson.blogspot.com - Sesuai dengan keputusan Pengadilan Negeri Monokwari tertanggal 5 September 2011 terkait pembayaran ganti rugi tanah yang menyebutkan bahwa lahan masyarakat adat suku besar Doreri, khususnya suku Rumbekwan serta serumpun digunakan sebagai sarana pengembangan sumber daya manusia di wilayah tersebut.

Oleh karena itu, sebanyak 32 putra/putri Papua Barat minta diangkat untuk menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Cornelis Gustaf Rumbekwan, tokoh masyarakat adat Papua Barat Kab Manokwari menyampaikan bahwa, "Begitu keluar keputusan pengadilan, kami masyarakat adat langsung mengirimkan data 32 anak untuk diangkat CPNS, baik di Pemprov Papua Barat, Pemkab Manokwari, serta Kementerian Kehutanan."

Saat ini, tanah masyarakat tersebut sudah dijadikan masyarakat Balai Latihan Kehutanan (BLK) dan Sekolah Menengah Kehutanan oleh Kementerian Kehutanan. Namun sangat disayangkan semua keputusan pengadilan tersebut belum ada yang dijalankan oleh pemerintah. "Kami minta perhatian pemerintah terutama gubernur, KemenPAN-RB, dan Kemenhut. Dari 32 anak ini, baru satu anak yang diangkat CPNS, lainnya masih menganggur. Karena itu kami mohon pengertiannya,"tutupnya.

Untuk masalah CPNS, khususnya di Papua dalam pelaksanaan tes seleksi CPNS tahun ini akan diberikan perlakuan khusus. Pasalnya 65 persen formasi CPNS tahu ini, akan diberikan untuk putra-putri Papua asli yang akan ditempatkan di daerah asalnya. Sedangkan untuk sisanya sebesar 35 persen formasi CPNS untuk pelamar umum yang berasal dari luar Papua. Kebijakan ini untuk menata kepegawaian daerah Papua.

Seperti kita ketahui, selama ini yang terjadi dilapangan didominasi oleh orang-orang pendatang. Keadaan seperti ini membuat kesempatan para penduduk lokal menjadi lebih sempit ditambah dengan permasalahan penduduk lokal yang mengalami kesulitan dalam melaksanakan soal.

Menurut Yuddy, jika 65 persen tersebut tidak terisi semua, maka formasi CPNS itu akan dibiarkan kosong dan akan diisi oleh seleksi berikutnya. “Dengan sistem kuota, kami menawarkan 65 persen formasi yang hanya akan diisi oleh putra-putri Papua, selebihnya yaitu 35 persen berasal dari daerah lain yang melamar di daerah Papua. Kalaupun kebanyakan yang lulus dari luar orang Papua, itu dibatasi hanya 35 persen saja. Formasi Papua yang tak terisi dibiarkan tetap kosong dan akan diisi pada hasil seleksi berikutnya,” ujar Yuddy.

Pemerintah tahun ini telah mengusulkan sebanyak 134 ribu formasi CPNS 2015 termasuk 30 ribu formasi untuk honorer. Kami rekomendasikan untuk mempelajari Paket LKIT 2015 bagi anda yang akan mengikuti tes CPNS 2015 sebagai mater pembelajaran terbaik.